Jakarta (ANTARA) - Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat (Jakbar) Purwanti Suryandari mengungkapkan banjir di sejumlah titik di wilayah setempat diperparah oleh warga yang nekat melubangi sheetpile atau turap.
Menurut dia, saat banjir menggenangi wilayah permukiman, seperti di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, warga berinisiatif untuk melubangi turap agar genangan mengalir cepat ke dalam kali.
"Terutama untuk yang di Rawa Buaya, ini ada celah-celah sheetpile kali di pemukiman itu yang memang dibolongin oleh warga karena warga itu perlu untuk buangan air (genangan banjir)," kata Purwanti kepada ANTARA saat meninjau pengerukan Kali Sepak, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa.
Akan tetapi, sambung dia, inisiatif itu ternyata memperparah banjir saat air kali meluap. Turap yang sebenarnya cukup tinggi untuk menahan luapan kali itu justru menjadi tidak berguna lantaran sudah dilubangi warga.
Luapan kali pun dengan mudahnya menggenangi permukiman warga, dan kondisi tersebut menambah kesulitan penanganan banjir.
"Begitu kalinya tinggi (naik), pasti backwater (aliran balik) kan, air kali akan masuk ke permukiman," ujar Purwanti.
Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan RT dan RW di wilayah Rawa Buaya agar masyarakat membuang genangan ke saluran lingkungan tanpa perlu membolongi turap.
"Jadi, tidak membobol kali karena memang kalau, misalnya pada saat kali itu surut, mereka akan mengalir dari saluran warga ke kali," pungkas Purwanti.
Baca juga: Jakbar kerahkan 300 personel gabungan untuk penanganan pascabanjir
Baca juga: Sembilan RT di Jakarta Barat masih terendam banjir
Baca juga: Banjir di Jalan Daan Mogot Jakarta Barat mulai surut
Menurut dia, saat banjir menggenangi wilayah permukiman, seperti di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, warga berinisiatif untuk melubangi turap agar genangan mengalir cepat ke dalam kali.
"Terutama untuk yang di Rawa Buaya, ini ada celah-celah sheetpile kali di pemukiman itu yang memang dibolongin oleh warga karena warga itu perlu untuk buangan air (genangan banjir)," kata Purwanti kepada ANTARA saat meninjau pengerukan Kali Sepak, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa.
Akan tetapi, sambung dia, inisiatif itu ternyata memperparah banjir saat air kali meluap. Turap yang sebenarnya cukup tinggi untuk menahan luapan kali itu justru menjadi tidak berguna lantaran sudah dilubangi warga.
Luapan kali pun dengan mudahnya menggenangi permukiman warga, dan kondisi tersebut menambah kesulitan penanganan banjir.
"Begitu kalinya tinggi (naik), pasti backwater (aliran balik) kan, air kali akan masuk ke permukiman," ujar Purwanti.
Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan RT dan RW di wilayah Rawa Buaya agar masyarakat membuang genangan ke saluran lingkungan tanpa perlu membolongi turap.
"Jadi, tidak membobol kali karena memang kalau, misalnya pada saat kali itu surut, mereka akan mengalir dari saluran warga ke kali," pungkas Purwanti.
Baca juga: Jakbar kerahkan 300 personel gabungan untuk penanganan pascabanjir
Baca juga: Sembilan RT di Jakarta Barat masih terendam banjir
Baca juga: Banjir di Jalan Daan Mogot Jakarta Barat mulai surut





