Belum terisinya kursi pelatih kepala Timnas Wanita Indonesia menjadi perhatian penggemar sepak bola wanita Indonesia, tak terkecuali para pemain. Zahra Muzdalifah, misalnya, menyuarakan kriteria pelatih ideal untuk Garuda Pertiwi menurutnya.
Kepada kumparanBOLANITA, Zahra menilai sosok pelatih Timnas Wanita Indonesia harus memiliki sikap tegas dan serius, terutama ketika berada di dalam lapangan. Menurutnya, ketegasan itu penting agar tim bisa berjalan sesuai rencana dan tujuan bersama.
“Yang paling penting itu bisa berpikir gimana caranya memasang pemain. Pemain itu kan bisa dibilang 11-12, masing-masing punya kelebihan A dan kelebihan B,” ujar Zahra di Lapangan Sangego, Tangerang, Minggu (11/1).
Eks pemain Cerezo Osaka itu menggambarkan peran pelatih layaknya seorang koki. Juru taktik, kata Zahra, harus mampu mengolah berbagai karakter dan kemampuan pemain menjadi satu tim yang solid.
“Lalu, gimana caranya pelatih bisa… apa ya namanya, seperti seorang koki—punya banyak bahan, dan tahu gimana cara mengolah semuanya dengan baik. Itu, sih,” ucapnya.
Tak hanya itu, pemain berusia 24 tahun tersebut juga mengatakan ada peluang untuk seorang wanita bisa memimpin skuad Garuda Pertiwi. Ia mengaku sangat mendukung jika suatu saat nanti Timnas Wanita Indonesia ditangani oleh pelatih wanita.
“Oh, jelas. Tapi mungkin untuk cari pelatih pria saja menurut aku masih agak sulit. Jadi kalau untuk pelatih wanita, kayaknya memang harus pelan-pelan, step by step,” kata Zahra.
“Tapi, jelas aku sangat support kalau kita bisa punya setidaknya pelatih kepala wanita. Menurut aku itu keren banget, karena di luar negeri itu sudah ada, jadi kenapa kita nggak bisa?” sambungnya.
Zahra juga menegaskan bahwa tidak semua mantan pesepak bola bisa cocok menjadi pelatih. Menurutnya, dibutuhkan pola pikir dan mentalitas khusus untuk menjalani peran tersebut.
“Maksud aku, kalau mereka mau jadi pelatih ya kenapa tidak? Bahkan aku juga kalau mau jadi pelatih, aku bisa saja. Tapi itu tergantung orangnya,” kata Zahra.
“Karena kadang ada pemain yang sebenarnya bagus sebagai pemain, tapi mereka nggak punya pola pikir untuk jadi pelatih. Jadi menurut aku, nggak semua pemain bisa jadi pelatih,” pungkasnya.
Untuk sementara ini, kursi pelatih interim Timnas Wanita Indonesia diisi oleh Akira Higashiyama. Pelatih asal Jepang itu menangani Garuda Pertiwi di SEA Games 2025, setelah memimpin timnas wanita kelompok usia di Piala AFF Wanita U-19 dan Kualifikasi Piala Asia Wanita U-20.





