Komika Pandji Pragiwaksono menjadi sorotan publik lewat program stand-up comedy special-nya yang bertajuk Mens Rea. Sejak tayang di Netflix, materi yang sarat kritik sosial dan politik tersebut kabarnya membuat sejumlah pihak merasa gerah. Bahkan, Pandji telah dipolisikan karena Mens Rea.
Menanggapi fenomena ini, sutradara Garin Nugroho memberikan pembelaan. Garin menilai, pejabat atau elite politik yang merasa tersinggung dengan kritik dalam sebuah karya seni punya mentalitas yang rendah.
"Wah, kalau ada elite politik yang terganggu, itu kerdil ya. Wong ini kritik dengan kreativitas, kan? Justru ini menunjukkan kritik yang harus profesional sesuai dengan profesinya," kata Garin saat ditemui di UGM Yogyakarta, Senin (12/1).
Garin melihat fenomena penonton Mens Rea Pandji sebagai bentuk pelarian dari kejenuhan terhadap situasi ruang digital saat ini. Menurutnya, media sosial di Indonesia sudah terlalu penuh dengan manipulasi dan kegaduhan demi mempertahankan kekuasaan.
"Kenapa orang lari ke Pandji? Karena media sosial gaduh, penuh manipulasi dukung-mendukung, dan manipulasi untuk mempertahankan kekuasaan. Capek. Masyarakat sudah capek. Maka mereka lari ke tempat kreativitas yang mencerahkan," ungkap Garin.
Garin membandingkan kritik Pandji dengan konten di media sosial yang sering kali jauh lebih kasar dan vulgar. Baginya, karya kreatif seperti Mens Rea adalah bentuk komunikasi publik yang sehat di tengah derasnya informasi digital.
"Media sosial bahkan sekarang sudah sangat banal dan bahkan kita tidak tahu mana yang benar dan tidak. Lari ke Pandji itu lari ke tempat kreativitas yang mencerahkan. Kalau pemimpin sampai tersinggung, lihat di media sosial itu lebih banal, lebih kasar dan vulgar," ucap Garin.
Garin juga menyindir prioritas para elite politik saat menanggapi ketersinggungan. Menurutnya, seharusnya para elite lebih tersinggung ketika melihat pelanggaran hukum yang nyata di depan mata, bukan justru tersinggung oleh materi komedi.
"Harusnya mereka elite politik tersinggung karena banyak unggahan yang memberikan data pejabat yang melakukan pelanggaran hukum, tapi kok melenggang saja? Harusnya kan tersinggungnya itu. Bukan si Pandji," tegas Garin.
Terkait Pandji dilaporkan, menurut Garin, itu bagian dari cerminan rendahnya kualitas elite politikus di Indonesia. Garin menekankan ruang publik membutuhkan komunikasi kritis yang mencerahkan, bukan pembungkaman atas nama ketersinggungan.
"Itu menunjukkan betapa kerdil dan istilahnya itu, elite politikus digital kita itu memang kualitasnya rendah," tutup Garin.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470545/original/072741600_1768209882-jem2.jpg)

