Makassar (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benyamin Paulus Octavianus meninjau langsung inovasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang dihadirkan untuk memperkuat pemberantasan Tuberkulosis (TBC) di kota itu.
Inovasi itu bertajuk Hantu Mesra singkatan dari Hunting Tuberkulosis dengan Metode Mengetuk Sayang Rumah Warga, yang merupakan pendekatan aktif dan humanis dalam mendeteksi dini serta menekan angka penularan TBC di tingkat masyarakat.
"Hari ini saya melakukan kunjungan di Makassar, khusus ke Puskesmas Ballaparang bersama Pak Wali Kota. Tujuannya melihat dan menekan penurunan, sesuai arahan Bapak Presiden, adalah menjalankan program pemberantasan tuberkulosis secara nasional," ujar Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus.
Wameneks mengatakan kunjungan ke Makassar bertujuan melihat secara langsung langkah konkret yang telah dilakukan pemerintah daerah (pemda) dalam upaya pemberantasan TBC, khususnya melalui pendekatan aktif di masyarakat.
Baca juga: RI perkuat riset, upayakan vaksin novel TBC tersedia pada 2028-2029
Pada kunjungan tersebut, Wamenkes RI didampingi langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, serta jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Dinas Kesehatan Kota Makassar.
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan implementasi program hasil terbaik cepat (quick wins) Presiden Prabowo di sektor kesehatan berjalan optimal hingga ke tingkat layanan dasar.
"Karena itu, kami datang ke Sulawesi Selatan untuk melihat apa yang sudah dikerjakan di lapangan, dan ternyata Puskesmas Ballaparang memiliki keunggulan tersendiri," kata Wamenkes.
Baca juga: Kemenkes skrining Tb ke 2.000 pelaku wisata di Malioboro dan Keraton
Keunggulan program ini, kata dia, ialah enerapkan strategi active case finding dengan mendatangi langsung rumah warga untuk mendeteksi dini kasus TBC, sekaligus mengedukasi masyarakat.
"Melalui program ini, petugas mendatangi rumah warga, meningkatkan active case finding, dan jika ditemukan orang sakit langsung dilakukan prinsip TOSS TB, yakni Temukan, Obati, Sampai Sembuh," jelas Wamenkes.
Ia menambahkan pemerintah pusat memiliki tugas besar untuk menurunkan angka TBC secara nasional dari Aceh hingga Papua. Oleh karena itu pendekatan yang dinilai efektif di daerah akan diadopsi menjadi bagian dari strategi nasional.
Baca juga: Kemenkes perluas layanan skrining terpadu identifikasi dini TBC
Inovasi itu bertajuk Hantu Mesra singkatan dari Hunting Tuberkulosis dengan Metode Mengetuk Sayang Rumah Warga, yang merupakan pendekatan aktif dan humanis dalam mendeteksi dini serta menekan angka penularan TBC di tingkat masyarakat.
"Hari ini saya melakukan kunjungan di Makassar, khusus ke Puskesmas Ballaparang bersama Pak Wali Kota. Tujuannya melihat dan menekan penurunan, sesuai arahan Bapak Presiden, adalah menjalankan program pemberantasan tuberkulosis secara nasional," ujar Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus.
Wameneks mengatakan kunjungan ke Makassar bertujuan melihat secara langsung langkah konkret yang telah dilakukan pemerintah daerah (pemda) dalam upaya pemberantasan TBC, khususnya melalui pendekatan aktif di masyarakat.
Baca juga: RI perkuat riset, upayakan vaksin novel TBC tersedia pada 2028-2029
Pada kunjungan tersebut, Wamenkes RI didampingi langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, serta jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Dinas Kesehatan Kota Makassar.
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan implementasi program hasil terbaik cepat (quick wins) Presiden Prabowo di sektor kesehatan berjalan optimal hingga ke tingkat layanan dasar.
"Karena itu, kami datang ke Sulawesi Selatan untuk melihat apa yang sudah dikerjakan di lapangan, dan ternyata Puskesmas Ballaparang memiliki keunggulan tersendiri," kata Wamenkes.
Baca juga: Kemenkes skrining Tb ke 2.000 pelaku wisata di Malioboro dan Keraton
Keunggulan program ini, kata dia, ialah enerapkan strategi active case finding dengan mendatangi langsung rumah warga untuk mendeteksi dini kasus TBC, sekaligus mengedukasi masyarakat.
"Melalui program ini, petugas mendatangi rumah warga, meningkatkan active case finding, dan jika ditemukan orang sakit langsung dilakukan prinsip TOSS TB, yakni Temukan, Obati, Sampai Sembuh," jelas Wamenkes.
Ia menambahkan pemerintah pusat memiliki tugas besar untuk menurunkan angka TBC secara nasional dari Aceh hingga Papua. Oleh karena itu pendekatan yang dinilai efektif di daerah akan diadopsi menjadi bagian dari strategi nasional.
Baca juga: Kemenkes perluas layanan skrining terpadu identifikasi dini TBC


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F11%2F23%2Fb10a2c22f4c5acf7e12e53188fbff9cc-20251122PRI3HR.jpg)


