GELOMBANG protes dari internal Partai Republik (GOP) semakin menguat di Capitol Hill menyusul langkah Departemen Kehakiman (DoJ) yang melakukan investigasi kriminal terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Langkah ini kini mengancam agenda Presiden Donald Trump untuk merombak kepemimpinan bank sentral Amerika Serikat tersebut.
Jerome Powell mengungkapkan pada Minggu malam bahwa dirinya menjadi sasaran investigasi terkait penanganan renovasi gedung markas besar The Fed dan kesaksiannya di Kongres. Powell menyebut langkah ini sebagai upaya intimidasi melalui "ancaman dakwaan kriminal" karena ia menurunkan suku bunga lebih lambat dari keinginan Presiden Trump.
Pembelaan Departemen KehakimanJaksa AS untuk Distrik Columbia, Jeanine Pirro, membela langkah hukum tersebut melalui unggahan di platform X. Ia membantah bahwa dakwaan pasti akan dijatuhkan dan mengeklaim pihaknya terpaksa menggunakan proses hukum karena The Fed mengabaikan upaya komunikasi mereka.
"Kata 'dakwaan' keluar dari mulut Tuan Powell, bukan orang lain," ujar Pirro pada Senin (12/1). "Kantor Kejaksaan AS telah menghubungi Federal Reserve berkali-kali untuk membahas pembengkakan biaya dan kesaksian ketua di Kongres, tetapi diabaikan. Kantor ini membuat keputusan berdasarkan fakta, tidak lebih dan tidak kurang."
Blokade Senat Terhadap Nominasi TrumpResistensi dari sesama politisi Republik di Senat kini menjadi ancaman nyata bagi Trump yang berencana mengganti Powell pada Mei mendatang. Senator Thom Tillis dari Komite Perbankan Senat mengancam akan memblokir setiap nomine baru untuk bank sentral hingga investigasi ini diselesaikan.
Langkah Tillis didukung oleh Senator Lisa Murkowski. "Investigasi administrasi ini tidak lebih dari upaya pemaksaan," tulis Murkowski. Ia memperingatkan jika The Fed kehilangan independensinya, stabilitas pasar dan ekonomi akan menderita.
Senator John Kennedy juga memberikan peringatan keras konflik antara The Fed dan Gedung Putih dapat memicu kekacauan ekonomi.
"Jika Anda ingin merancang sistem untuk menjamin suku bunga naik dan bukan turun, cara terbaik adalah dengan membiarkan Federal Reserve dan cabang eksekutif Amerika Serikat masuk ke dalam kontes adu kencing," ujar Kennedy. "Kita butuh ini seperti kita butuh lubang di kepala (hal yang sangat tidak diinginkan)."
Distraksi di Tengah Krisis EkonomiSenada dengan rekan sejawatnya, Anggota DPR dari Partai Republik, French Hill, yang mengepalai Komite Layanan Keuangan DPR, menilai pengejaran dakwaan kriminal ini sebagai distraksi yang tidak perlu di saat ekonomi nasional membutuhkan fokus penuh.
Bahkan kritikus setia Powell, Senator Kevin Cramer, merasa investigasi kriminal ini berlebihan. "Jerome Powell adalah Ketua Fed yang buruk... namun, saya tidak percaya dia adalah seorang kriminal. Saya harap investigasi kriminal ini dapat segera dihentikan," kata Cramer.
Meski demikian, Trump masih memiliki satu sekutu, yaitu Senator Cynthia Lummis, yang menilai rakyat Amerika berhak mendapatkan jawaban atas pengeluaran mewah The Fed dan kesaksian Powell yang dianggap menyesatkan.
Perselisihan ini menempatkan Trump dalam posisi sulit. Mengingat komposisi Komite Perbankan Senat yang sangat ketat, pembelotan satu suara saja dari Partai Republik sudah cukup untuk menghentikan proses konfirmasi calon pilihan Presiden. (CNBC/Z-2)



