LPEM UI Ungkap Masyarakat Ingin Harga Mobil Baru Ditekan 10 Persen

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penjualan mobil baru yang stagnan dalam beberapa tahun terakhir dinilai bukan semata disebabkan oleh melemahnya minat masyarakat. Peneliti LPEM FEB UI, Syahda Sabrina, menyebut persoalan utama justru terletak pada semakin lebarnya jarak antara harga mobil dengan kemampuan beli rumah tangga.

Syahda menjelaskan bahwa pertumbuhan pendapatan masyarakat tidak mampu mengejar laju kenaikan harga kendaraan.

Kondisi tersebut tercermin dari pergerakan upah riil yang meningkat lebih lambat dibanding inflasi, sehingga menciptakan gap antara harga mobil dan daya beli konsumen.

“Ini mengindikasikan adanya masalah keterjangkauan. Income rumah tangga tidak tumbuh secepat harga mobil,” kata Syahda dalam pemaparan risetnya di Bandung, Jumat (9/1/2026).

Situasi tersebut menjadi tantangan besar bagi target pemerintah yang membidik penjualan mobil baru mencapai 2 juta unit pada 2030. Menurut Syahda, peluang mengandalkan pembeli mobil pertama relatif terbatas karena berdasarkan data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional), hanya sekitar 13 persen rumah tangga nasional yang belum memiliki mobil.

Dengan basis first car buyer yang tipis, opsi lain yang dinilai lebih realistis adalah mendorong pergeseran konsumen dari pasar mobil bekas ke mobil baru. Namun, upaya tersebut tidak bisa dilepaskan dari persoalan harga.

“Caranya adalah memperkecil gap antara harga mobil bekas dan mobil baru. Entah mobil barunya yang lebih murah atau harga mobil bekasnya yang relatif lebih tinggi,” ujarnya.

LPEM FEB UI kemudian menguji dua skenario tersebut melalui survei konsumen. Hasilnya menunjukkan bahwa penurunan harga mobil baru jauh lebih efektif dalam mendorong peralihan minat dibandingkan menaikkan harga mobil bekas.

Dari 1.511 calon pembeli mobil dalam lima tahun ke depan, sekitar dua pertiganya mengaku awalnya lebih memilih mobil bekas. Namun ketika disimulasikan harga mobil baru turun sekitar 10 persen, sebanyak 27 persen responden menyatakan siap beralih ke mobil baru. Sebaliknya, ketika skenario yang diuji adalah kenaikan harga mobil bekas, potensi pergeseran ke mobil baru hanya sekitar 15 persen.

Temuan ini diperkuat oleh analisis data sekunder yang menunjukkan pola serupa. Syahda menyebut, setiap penurunan harga mobil baru sebesar 1 persen berpotensi mendorong kenaikan permintaan, meski dampaknya berbeda-beda di tiap segmen kendaraan.

Menariknya, riset ini juga menyoroti peran penting pasar mobil bekas dalam menjaga kinerja penjualan mobil baru. Salah satu tantangan terbesar adalah minimnya data resmi transaksi mobil bekas, sehingga tim peneliti melakukan web scraping dari platform jual beli daring seperti OLX.

Dari hasil analisis tersebut, ditemukan hubungan positif antara nilai jual kembali (resale value) mobil bekas dengan performa penjualan mobil baru. Mobil dengan depresiasi rendah cenderung memiliki penjualan yang lebih stabil.

Syahda mencontohkan Toyota Innova sebagai salah satu model dengan resale value yang kuat. Nilai jual kembali model tersebut masih berada di kisaran 73 persen dari harga on the road, dan penjualannya tercatat terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Kalau depresiasinya tidak terlalu tinggi dan resale value bisa dijaga, penjualan mobil barunya juga cenderung terjaga,” ujarnya.

Temuan ini mengindikasikan bahwa pasar mobil bekas bukanlah ancaman bagi industri mobil baru, melainkan bagian dari ekosistem yang saling terkait. Strategi menjaga nilai jual kendaraan, dikombinasikan dengan kebijakan harga yang lebih adaptif, dinilai menjadi kunci untuk menggerakkan kembali pasar otomotif nasional.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kogabwilhan III Dorong Kesehatan di Papua lewat Bantuan Alat Bantu Dengar dan Sembako
• 5 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Tak Terima Aliran Dana, Eks Direktur PGN Divonis 6 Tahun dalam Kasus Korupsi Gas
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
PM Kanada akan lakukan kunjungan resmi ke China
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Walkot Ungkap Banjir di Jakut Kemarin Akibat Hujan Ekstrem 192 Mm Sehari
• 14 jam laludetik.com
thumb
Rencana John Herdman untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.