MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan banjir yang sempat menggenangi sejumlah ruas jalan utama di ibu kota kini telah sepenuhnya surut. Namun, hingga Selasa (13/1) siang, genangan masih terjadi di sejumlah permukiman warga.
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta per Selasa (13/1) pukul 12.00 WIB, tercatat 11 Rukun Tetangga (RT) masih terendam banjir. Wilayah terdampak berada di Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 11 RT,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan, Selasa (13/1).
Di Jakarta Barat, terdapat 5 RT yang masih terendam, seluruhnya berada di Kelurahan Tegal Alur, dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter.
Sementara di Jakarta Utara, banjir masih menggenangi 6 RT, yakni 1 RT di Kelurahan Kalibaru dan 5 RT di Kelurahan Warakas, dengan ketinggian air rata-rata 30 sentimeter.
Meski genangan berangsur surut, jumlah warga yang mengungsi masih cukup besar. Data BPBD DKI mencatat hingga Selasa siang terdapat 1.398 jiwa yang masih berada di lokasi pengungsian.
Baca juga:
Update Banjir Jakarta: 22 RT dan 5 Ruas Jalan Tergenang, Ribuan Warga Mengungsi
Data Pengungsi Jakarta Barat
Kelurahan Tegal Alur
- RPTRA Alur Anggrek: 55 KK, 200 jiwa
- Mushola Al Mukhlisin: 8 KK, 23 jiwa
- Rusun Lokbin: 31 KK, 136 jiwa
- Mushola At-Taubah RW 13: 27 KK, 82 jiwa
- Majelis Dorotul Abidin RT 09/02: 28 KK, 75 jiwa
Kelurahan Rawa Buaya
- Kantor Sekretariat RW 01: 1 KK, 4 jiwa
- Balai Warga RW 02: 5 KK, 22 jiwa
Kelurahan Cengkareng Barat
- Mushola Al Hidayah RT 007/10: 9 KK, 34 jiwa
Kelurahan Kalibaru
- Gedung Pelayanan Masyarakat RW 13: 50 KK, 68 jiwa
Kelurahan Semper Barat
- Rusun Embrio: 202 KK, 530 jiwa
Kelurahan Sukapura
- Bengkel Mobil Gading Griya Lestari: 12 KK, 49 jiwa
Kelurahan Warakas
- Mushola Baiturrahim: 15 KK, 30 jiwa
- Masjid Miftahulsalam: 60 KK, 120 jiwa
- Mushola Al Wasilatul Iman: 6 KK, 25 jiwa
Baca juga:
Banjir Jakarta Utara, BPBD Salurkan Makanan hingga Matras ke Pengungsi
BPBD DKI Jakarta terus mengerahkan personel untuk memantau kondisi banjir di setiap wilayah. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat guna melakukan penyedotan genangan serta memastikan saluran air berfungsi optimal, dibantu lurah dan camat setempat.
Selain itu, BPBD juga memastikan kebutuhan dasar para penyintas tetap terpenuhi. Genangan ditargetkan dapat surut sepenuhnya dalam waktu cepat.
“BPBD DKI mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan,” tutup Yohan. (Asp)





