Penulis: Rollys
TVRINews – Konawe Selatan
Seluruh korban berhasil dievakuasi setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam di Perairan Tanjung Gomo.
Operasi penyelamatan darurat yang dilakukan oleh tim Search and Rescue (SAR) Gabungan di Perairan Tanjung Gomo, Pulau Hari, berakhir dengan hasil positif.
Tiga orang pemancing yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat cuaca buruk, ditemukan dalam kondisi selamat pada Senin 12 Januari 2026.
Insiden ini bermula saat sebuah perahu jenis longboat yang ditumpangi para korban dihantam badai besar pada Minggu malam, sekitar pukul 20.00 WITA.
Kondisi cuaca yang ekstrem menyebabkan kapal tidak mampu bertahan dan akhirnya tenggelam, memaksa para penumpang untuk menyelamatkan diri di tengah laut yang gelap.
Dua orang penumpang, Rizalman (45) dan Herdin (43), berhasil mencapai sebuah bagang milik nelayan setempat setelah berjuang berenang di tengah ombak.
Namun, satu rekan mereka, Ridwan Sukri (60), sempat dinyatakan hilang dan memicu pencarian intensif oleh tim penyelamat.
Proses Evakuasi dan Penemuan Korban
Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Kendari segera mengerahkan tim setelah menerima laporan kecelakaan tersebut.
Setelah melakukan penyisiran selama beberapa jam, titik terang muncul pada Senin pagi.
Ridwan Sukri ditemukan oleh kapal nelayan KMN Saldi Jaya 05 sekitar pukul 03.00 WITA di Perairan Labuan Beropa.
Saat ditemukan, korban dilaporkan dalam kondisi lemas akibat kelelahan dan paparan cuaca dingin, namun tidak mengalami luka serius.
Tim SAR kemudian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk menjemput Ridwan dan membawanya menuju Dermaga Puasana di Kecamatan Moramo Utara.
Setibanya di darat, korban langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga yang telah menunggu.
Penutupan Operasi SAR
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari, Amiruddin A.S., mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang longboat tersebut telah ditemukan. Ia mengapresiasi kerja sama tim dan bantuan nelayan setempat yang berperan krusial dalam proses penemuan korban terakhir.
"Dengan telah dievakuasinya korban dalam keadaan selamat, maka operasi SAR terhadap kecelakaan kapal longboat dengan tiga penumpang ini dinyatakan selesai dan resmi ditutup," ujar Amiruddin dalam keterangan resminya.
Kejadian ini kembali menjadi pengingat bagi para nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang kerap terjadi secara tiba-tiba di wilayah perairan Sulawesi Tenggara.
Editor: Redaktur TVRINews




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467284/original/085184900_1767869292-9.jpg)
