Pantau - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mempercepat pembangunan rumah tenaga kesehatan dan tenaga medis yang terdampak bencana di wilayah Sumatera guna mengoptimalkan pemulihan layanan kesehatan pascabencana.
Percepatan pembangunan rumah tersebut dilakukan karena banyak tenaga kesehatan belum dapat bekerja secara optimal akibat tempat tinggal mereka ikut terdampak bencana.
"Bagaimana tenaga kesehatan bisa bekerja normal kalau rumahnya sendiri belum normal," ungkap Budi Gunadi Sadikin.
Menteri Kesehatan menjelaskan bahwa meskipun sebagian fasilitas layanan kesehatan mulai pulih, kondisi tempat tinggal tenaga kesehatan masih menjadi faktor penentu kesiapan layanan kesehatan secara menyeluruh.
Deputi IV Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jarwansyah menyampaikan BNPB telah menerima data rumah tenaga kesehatan dan tenaga medis terdampak bencana dari Kementerian Kesehatan.
Data tersebut berasal dari tiga provinsi di wilayah Sumatera yang terdampak bencana dalam beberapa waktu terakhir.
Rincian data menunjukkan rumah tenaga kesehatan terdampak di Aceh sebanyak 3.050 unit.
Jumlah rumah tenaga kesehatan terdampak di Sumatera Utara tercatat sebanyak 48 unit.
Sementara itu, rumah tenaga kesehatan terdampak di Sumatera Barat tercatat sebanyak 167 unit.
"Data rumah tenaga kesehatan dan tenaga medis terdampak dengan rincian di Aceh sebanyak 3.050 unit, di Sumatera Utara 48 unit, dan di Sumatera Barat 167 unit, dengan total 3.265 unit rumah," ungkap Jarwansyah.
Data rumah terdampak tersebut akan ditindaklanjuti melalui proses verifikasi oleh tim BNPB bersama tim rehabilitasi dan rekonstruksi di tingkat kabupaten dan kota.
Hasil verifikasi akan menjadi dasar penerbitan Surat Keputusan BNPB di masing-masing daerah terdampak.
Untuk beberapa wilayah seperti Aceh Tengah, proses verifikasi lapangan telah dilakukan oleh tim terkait.
BNPB mengelompokkan rumah terdampak ke dalam tiga kategori kerusakan, yakni rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat.
Bantuan stimulan untuk rumah rusak ringan diberikan sebesar Rp15 juta.
Bantuan stimulan untuk rumah rusak sedang diberikan sebesar Rp30 juta.
Bantuan stimulan untuk rumah rusak berat diberikan sebesar Rp60 juta dalam bentuk pembangunan rumah.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di daerah yang datanya telah dinyatakan siap.
Untuk rumah sewa yang terdampak, bantuan stimulan diberikan kepada pemilik rumah.
Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Wahyu Bintono Hari Bawono menegaskan pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh.
Ia menilai pemulihan tidak hanya berfokus pada fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga pada kondisi hidup tenaga kesehatan.
"Pemulihan layanan kesehatan tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga memastikan tenaga kesehatan memiliki tempat tinggal yang layak," ujar Wahyu Bintono Hari Bawono.

