Emiten pemasok bauksit milik negara, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan swasembada aluminium nasional.
Perusahaan pelat merah itu mampu memproduksi bauksit secara mandiri untuk memasok kebutuhan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Bauksit yang diolah di fasilitas tersebut menghasilkan alumina sebagai bahan baku utama aluminium.
Peran strategis Antam ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energi dan bahan baku secara mandiri pada 2029.
Antam mengoperasikan Tambang Bauksit Tayan di Kalimantan Barat yang memasok bahan baku ke pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan. Bauksit ditambang dengan metode tambang terbuka, kemudian melalui proses pencucian dan penyaringan sebelum dikirim ke pabrik CGA yang berlokasi di sekitar area tambang atau dijual kepada pelanggan pihak ketiga.
Pabrik CGA Tayan menggunakan proses Bayer yang mencakup tiga tahapan utama, yakni penjernihan liquor, pengendapan, dan kalsinasi. Dari proses tersebut, dihasilkan produk berupa aluminium hidroksida dan alumina.
Aluminium hidroksida digunakan sebagai bahan baku penjernih air, smelter grade alumina, serta berbagai produk industri lainnya. Sementara itu, alumina dimanfaatkan untuk industri refraktori dan komponen elektronika. Pabrik ini dioperasikan oleh anak usaha Antam, PT Indonesia Chemical Alumina.
Dari sisi pasokan bahan baku, posisi sumber daya dan cadangan bauksit Antam hingga akhir 2024 tercatat solid untuk mendukung keberlanjutan operasi dan rencana pengembangan hilirisasi. Perseroan juga menyiapkan penguatan pasokan bijih dengan membangun fasilitas washed bauxite berkapasitas 1,47 juta ton per tahun di wilayah operasional Mempawah. Langkah ini bertujuan untuk menjamin integrasi rantai pasok dari hulu hingga hilir.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin mengatakan, bauksit, alumina, dan aluminium memiliki peran strategis dalam mendukung industri manufaktur serta pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
“Grup MIND ID berkomitmen menjadi penggerak hilirisasi aluminium terintegrasi untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen aluminium dunia, sekaligus mengurangi ketergantungan impor,” ujar Maroef.
Hingga Desember 2025, Antam terus melakukan eksplorasi bauksit melalui berbagai kegiatan. Sebut saja pembuatan sumur uji (test pit), pemetaan geologi, pengambilan contoh, serta analisis kimia.
Di wilayah Landak, eksplorasi mencakup identifikasi lahan, sumur uji, pemetaan, dan percontohan. Sementara di Mempawah–Toho, kegiatan meliputi sumur uji, pemetaan geologi, percontohan, dan analisis kimia.
Jika berkaca dari laporan keuangan kuartal III 2025, Antam mencatatkan kenaikan produksi bauksit yang signifikan. Angkanya mencapai 263% atau sebesar 2,31 juta wmt dari yang sebelumnya hanya 637 ribu wmt pada periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, Antam membukukan penjualan bauksit pada triwulan ketiga 2025 sebesar 77.482 wmt. Perseroan juga mendorong capaian penjualan bauksit yang signifikan pada sembilan bulan pertama 2025 sebesar 1,10 juta wmt. Angka ini melonjak 1.033% dibandingkan capaian penjualan bauksit pada periode yang sama tahun 2024 sebesar 97.430 wmt.



