Uni Eropa meragukan kemungkinan Amerika Serikat menggunakan kekuatan militer untuk menguasai Greenland, menurut laporan Politico yang mengutip diplomat Uni Eropa anonim.
Meski demikian, mereka menilai Donald Trump Presiden AS kemungkinan tetap bisa “mendapat sesuatu” melalui tekanan diplomatik.
Sementara itu, NATO menilai serangan terbuka AS terhadap Greenland akan menjadi peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berpotensi menandai berakhirnya aliansi.
Dilansir dari Antara pada Selasa (13/1/2026), laporan tersebut menambahkan bahwa serangan terbuka AS terhadap Greenland akan menjadi peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Trump telah berulang kali mengatakan bahwa Greenland harus menjadi bagian dari AS, dengan alasan pentingnya secara strategis bagi keamanan nasional dan pertahanan “dunia bebas,” termasuk dari China dan Rusia.
Pemerintah Denmark dan Greenland memperingatkan AS untuk tidak merebut pulau itu, dengan menyatakan bahwa mereka mengharapkan penghormatan terhadap integritas teritorial bersama mereka.
Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953. Kemudian, pulau itu tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh otonomi pada 2009, dengan kemampuannya untuk mengatur diri sendiri dan menentukan kebijakan di dalam negerinya sendiri. (ant/ily/saf/ipg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3962568/original/070421800_1647303003-AP22073772300226.jpg)