Sri Mulyani Masuk Dewan Yayasan Gates, Perkuat Fokus Global Pembangunan

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Eattle: Yayasan Gates terus memperkuat struktur kepemimpinan globalnya dengan menunjuk sejumlah figur kunci ke dalam dewan pengurus dan tim eksekutif. 
 
Langkah ini dilakukan seiring upaya yayasan meningkatkan dampak program kesehatan dan pembangunan, sekaligus memperkuat peran kantor regional di Afrika dan India.
 
Salah satu penunjukan penting adalah bergabungnya mantan menteri keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, sebagai anggota dewan pengurus Yayasan Gates yang dibentuk pada 2022. Pengumuman tersebut disampaikan di Seattle, Amerika Serikat, pada 12 Januari 2026. Pengalaman Sri Mulyani bisa mencapai tujuan Yayasan Gates Sebagai ekonom yang diakui secara global, Sri Mulyani dikenal atas perannya memimpin reformasi besar di berbagai lembaga keuangan internasional. Ia juga merupakan salah satu menteri keuangan perempuan pertama dan terlama di Indonesia, serta pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana dan Kepala Operasional Bank Dunia.
  Baca juga: Bill Gates Siap Sumbangkan 99% Kekayaannya Sebelum 2045
Pengalaman panjang Sri Mulyani dalam kebijakan ekonomi dan pembangunan dinilai akan memperkaya perspektif tata kelola serta memperkuat misi yayasan.

“Sri Mulyani membawa pengalaman mendalam dalam membentuk hasil ekonomi yang adil, keahlian yang sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan,” kata CEO dan anggota dewan pengurus Yayasan Gates, Mark Suzman dikutp dari laman resmi Gates Foundation, Selasa, 13 Januari 2026.
 
“Kepemimpinannya akan membantu memastikan bahwa sumber daya kita terus digunakan untuk memperluas kesempatan, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, dan meningkatkan hasil bagi komunitas di seluruh dunia," imbuhnya. Apa tugas Sri Mulyani di Yayasan Gates? Sri Mulyani bergabung dengan dewan pengurus disaat lembaga tersebut mencetak sejarah penting. Tahun lalu. 
 
Ketua yayasan Bill Gates membuat komitmen bersejarah untuk menghabiskan dana abadi yayasan selama dua dekade mendatang dan fokus pada tiga tujuan yakni mengakhiri kematian ibu dan bayi yang dapat dicegah, memastikan bahwa generasi berikutnya tumbuh tanpa menderita penyakit menular yang mematikan, dan mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan dan menempatkan mereka pada jalan menuju kemakmuran.
 
“Dengan waktu 20 tahun untuk memberikan dampak sebesar mungkin dalam kehidupan mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat untuk bergabung dengan dewan Yayasan Gates untuk berkontribusi pada momen penting yang penuh tantangan dan peluang ini,” kata Sri Mulyani. 
 
“Kolaborasi saya dengan yayasan ini dimulai hampir satu dekade lalu, melalui pekerjaan yang mengeksplorasi bagaimana teknologi baru dapat memperluas peluang dan memajukan pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Saya sangat termotivasi untuk membawa pengalaman saya di bidang keuangan global, kebijakan ekonomi, dan tata kelola yang baik ke dalam upaya-upaya penting ini untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan taraf hidup,” tutur Sri Mulyani.
 
Sri Mulyani akan bertugas bersama anggota dewan lainnya, Ashish Dhawan, Dr. Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J. Tierney, Suzman, dan Gates. Baroness Nemat (Minouche) Shafik saat ini sedang cuti karena menjalankan tanggung jawabnya sebagai kepala penasihat ekonomi untuk Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer.
 
Yayasan ini juga mengumumkan pembentukan Divisi Kantor Afrika dan India (AIO) yang baru, yang akan dipimpin oleh Ankur Vora sebagai presiden AIO di samping perannya saat ini sebagai kepala strategi. 
 
Divisi baru ini menyatukan kantor-kantor negara yayasan di seluruh Afrika dan India untuk memperkuat suara regional dan negara dalam strategi, penetapan prioritas, dan pelaksanaan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia Targetkan 8 Emas di ASEAN Para Games 2025, Ajang Pemanasan Menuju Asian Para Games Jepang
• 10 jam lalupantau.com
thumb
MUI Desak Pemerintah Serius Siapkan Wajib Halal 2026, Tak Ada Lagi Penundaan
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Update 5 Titik Banjir di Jakarta yang Masih Tergenang, Ratusan Warga Mengungsi
• 7 jam laludisway.id
thumb
Prabowo Sindir Kelompok Penyebar Pesimisme: Kemungkinan Besar Mereka Dibayar Kekuatan Asing
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Jhonlin Group Kirim Puluhan Alat Berat Ke Aceh Tamiang, Bantu Percepat Pemulihan Pascabencana
• 3 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.