Hasyim Muhammad: Kriminalisasi Pandji Pertanda Negara Mulai Anti Tertawa

fajar.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Penulis ternama asal Mojokerto, Hasyim Muhammad, bicara terkait dipolisikannya komika Pandji Pragiwaksono buntut materi stand up comedy dalam spesial show bertajuk Mens Rea.

Hasyim mengatakan, jika Pandji sampai dijatuhi hukuman hanya karena materi komedinya, maka hal itu menjadi pertanda serius kemunduran kebebasan berekspresi di Indonesia.

“Kalau Pandji sampai dihukum gara-gara materi stand up-nya, maka negara ini benar-benar sudah nggak asik lagi,” ujar Hasyim di X @hasyimmah (13/1/2026).

Ia menyebut, selama ini salah satu hal yang masih bisa dibanggakan dari Indonesia adalah kemampuannya menertawakan diri sendiri, bahkan di tengah berbagai persoalan yang melilit bangsa.

“Sudah miskin, nggak asik pula ini negara. Padahal selama ini yang masih bisa kita banggakan dari negara kita ya cuma itu: asik,” ungkapnya.

Lanjut Hasyim, humor dan kreativitas menjadi pembeda Indonesia dengan banyak negara lain. Kebebasan untuk tertawa, kata dia, adalah ruang penting bagi kesehatan sosial masyarakat.

“Kalau untuk tertawa saja dipersulit, habis sudah yang bisa kita banggakan,” tegasnya.

Ia lalu membandingkan Indonesia dengan sejumlah negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Meski secara ekonomi tertinggal dari Singapura, Brunei, atau Malaysia, Hasyim yakin masyarakat Indonesia memiliki keunggulan lain.

“Kita boleh lebih miskin dari Singapura, Brunei, atau Malaysia. Tapi saya yakin warga di sana nggak seasik di Indonesia,” katanya.

Begitu pula jika dibandingkan dengan negara-negara yang secara ekonomi setara.

“Kita boleh semiskin Vietnam, Kamboja, atau Laos, tapi orang kita jauh lebih asik dari mereka,” lanjutnya.

Hasyim kemudian menarik garis ke pilihan politik masyarakat Indonesia. Ia mengingatkan bahwa pada Pilpres 2014, banyak orang menjatuhkan pilihan kepada Jokowi karena ada harapan Indonesia tetap menjadi negara yang ramah dan terbuka.

“Dulu tahun 2014, kita lebih memilih Jokowi dibanding Prabowo, itu karena kita berharap negara ini tetap asik,” terang dia.

Ia menuturkan, kekhawatiran kehilangan suasana kebebasan itulah yang membuat banyak seniman dan artis kala itu mendukung Jokowi. Hal serupa, menurutnya, juga terjadi pada Pilpres 2024.

“Orang Indonesia sudah mau pilih Prabowo karena dia sudah mau joget gemoy, nggak lagi gebrak-gebrak meja,” sindirnya.

Bagi Hasyim, Indonesia harus tetap menjadi negara yang asik. Dan salah satu simbol dari suasana itu saat ini adalah keberadaan Pandji Pragiwaksono.

“Negara kita itu harus tetap asik. Dan salah satu yang membuat negara kita asik sekarang ini adalah: kita punya Pandji Pragiwaksono,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan, jika Pandji benar-benar dimatikan lewat proses hukum karena materi komedinya, dampaknya tidak hanya berhenti pada satu individu.

“Lalu sekarang Pandji mau dimatikan. Itu sama saja merampas kebahagiaan masyarakat karena yang mati bukan hanya Pandji, tapi industri stand up comedy juga akan mati perlahan,” tandasnya.

Hasyim bilang, jika ruang humor dan kritik dibungkam, Indonesia akan kehilangan salah satu identitas sosialnya.

“Dan jika itu terjadi, negara kita benar-benar tidak asik lagi. Tolong, jangan biarkan itu terjadi,” kuncinya.

(Muhsin/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jalan Tergenang, Warga Sunter Sewa Gerobak Rp10 Ribu demi Melintas
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Makanan yang perlu dihindari mencegah ambeien
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Elkan Baggott Comeback ke Timnas Indonesia? John Herdman Blak-blakan Bilang Begini Soal Diaspora Garuda di Eropa: Kita Butuh Pemain Top Dunia
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Kantongi Soft File Penilaian PBB PT Wanatiara Persada
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Eks Anak Buah Nadiem Cerita Minta "Hitam di Atas Putih" untuk Arahkan Pengadaan Chromebook
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.