Ketika Imajinasi Menjadi Nyata: Robot Pandu Pesawat, Energi Fusi Bebas Karbon

genpi.co
5 jam lalu
Cover Berita

GenPI.co - Perkembangan teknologi yang kian pesat membuka jalan lahirnya berbagai peralatan canggih yang sebelumnya hanya ada dalam imajinasi.

Inovasi tidak hanya menawarkan kemudahan, tetapi juga berpotensi mengubah cara manusia bekerja, berkomunikasi, dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Dari kecerdasan buatan (AI) hingga perangkat pintar yang terintegrasi dengan aktivitas manusia, kemajuan teknologi menciptakan masa depan di mana batas antara manusia dengan mesin makin samar.

Dilansir AP News, Senin (12/1), berikut beberapa inovasi yang tampil di Consumer Electronics Show (CES) 2026.

1. Robot Otonom di Landasan Pacu Bandara

Bayangkan pesawat mendarat, lalu dari balik jendela terlihat robot otonom memandu pesawat menuju gerbang dan menurunkan bagasi penumpang.

Gambaran futuristis ini ditawarkan Oshkosh Corporation.

Robot ini dirancang untuk membantu maskapai menjalankan proses yang disebut "putaran sempurna", mulai dari pengisian bahan bakar, pembersihan kabin, penanganan kargo, hingga naik dan turun penumpang.

Selain itu, robot juga mampu menjaga operasional tetap berjalan dalam kondisi ekstrem seperti badai musim dingin atau suhu panas berlebihan.

2. Timbangan Pintar Body Scan Naik Kelas

Sekilas, Body Scan 2 dari Withings tampak seperti timbangan kamar mandi biasa.

Namun, di balik desainnya yang sederhana, perangkat ini menawarkan kemampuan pemindaian kesehatan yang jauh lebih kompleks.

Dalam waktu sekitar 90 detik, timbangan pintar ini mampu mengukur hingga 60 biomarker kesehatan.

Dengan berdiri tanpa alas kaki dan memegang bantalan tangan, pengguna bisa mengetahui usia jantung, usia pembuluh darah, metabolisme, serta skor kesehatan saraf.

Body Scan 2 juga mengukur perubahan aktivitas elektrodermal, sifat listrik kulit yang berkaitan dengan aktivitas kelenjar keringat.

3. Energi Fusi

Penelitian energi fusi nuklir mendapat angin segar setelah Commonwealth Fusion Systems (CFS) mengumumkan kemitraan dengan Nvidia dan Siemens.

Kolaborasi ini bertujuan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mempercepat pengembangan energi fusi sebagai sumber listrik bebas karbon.

Di Massachusetts, CFS tengah membangun prototipe pembangkit listrik fusi bernama SPARC.

Melalui kemitraan ini, mereka akan menciptakan "kembaran digital" berupa simulasi daring dari mesin fisik tersebut.

Simulasi ini memungkinkan para peneliti mengajukan berbagai skenario dan menganalisis data dengan cepat. (*)

Kalian wajib tonton video yang satu ini:


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menkes Minta Percepatan Perbaikan Rumah Nakes Terdampak Bencana di Sumatra: Biar Bisa Kerja Normal
• 10 jam lalusuara.com
thumb
IHSG Diproyeksi Bergerak Variatif, Rupiah dan Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah Pasar
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Kanada Gelontorkan Rp266 Miliar ke RI, Sasar UMKM
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jhonlin Group Kirim Puluhan Alat Berat Ke Aceh Tamiang, Bantu Percepat Pemulihan Pascabencana
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Transformasi Digital Holding Perkebunan Nusantara, PalmCo Terapkan Standar Internasional Keamanan Informasi
• 5 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.