Pemerintah Diminta Miliki Strategi Jitu Saat Polemik Pelibatan TNI dalam Penanggulangan Terorisme

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Langkah pemerintah era Presiden RI, Prabowo Subianto dalam penanggulangan terorisme menuai sorotan publik.

Pimpinan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah, Ristan Alfino mengatakan pihaknya menggagas sejumlah usulan strategi dalam penanggulangan terorisme.

Ristanenyenut strategi jitu perlu dilakukan pemerintah sebagai langkah meningkatkan ketidakpastian global serta perilaku terorisme yang meningkat.

“Terorisme berbasis ideologi maupun berbasis keyakinan keagamaan bisa jadi akan memperoleh persemaian dalam situasi ini. Karena itu kita perlu merancang strategi yang komprehensif untuk disampaikan kepada pemerintah,” kata Ristan dalam webinar menggagas usulan strategi penanggulangan terorisme untuk pemerintahan Prabowo-Gibran.

Pemerintah Diminta Miliki Strategi Jitu Saat Polemik Pelibatan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Sumber :
  • Istimewa

Di sisi lain, Dewan Pakar LHKP Muhammadiyah, Sri Yunanto mengappresiasi langkah Pemerintah Indonesia yang memiliki pembinaan bagi mantan pelaku terorisme semisal deklarasi 8000 anggota dan pimpinan Jamaah Islamiyah (JI) yang mencintai NKRI.

Menurutnya langkah ini penting sebagai upaya-upaya pembinaan eks narapidana terorisme, potensi residivisme, serta menarik kelompok kekerasan yang masih belum tersadarkan. 

“Kita lihat ISIS dan organisasi teror sejenis ini terus melemah dan Indonesia mencatatkan keberhasilan besar dengan deklarasi kembali ke NKRI oleh jaringan JI. Kita juga saksikan ada trend peningkatan kekerasan berbasis ideologi di sejumlah negara bahkan merembes ke Indonesia. Ini perlu kita waspadai,” katanya.

Sri Yunanto menekankan pentingnya penanggulangan terorisme yang tetap berpijak pada prinsip demokrasi, supremasi sipil, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Ia juga mengingatkan bahwa penegakan hukum dan hak asasi menjadi poin penting dalam UU No. 5 Tahun 2018 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. 

Senada dengan hal tersebut, Amanah Nurish selaku antropolog mengakui pentingnya pendekatan sosio-antropologis untuk membangun strategi penanggulangan terorisme bagi Indonesia. 

Menurutnya rangkaian krisis ekonomi, krisis lingkungan dan krisis global kemanusiaan yang dapat menjadi pintu masuk terorisme.

“Kita melihat bagaimana ada kelompok 1 persen penduduk dunia yang menguasai berbagai aras mulai dari ekonomi, aturan internasional dan lainnya. Kondisi demikian memunculkan krisis besar. Krisis lingkungan ini menggerus keadilan dan kemanusiaan. Ini harus menjadi konsern. Kita perlu menggunakan perspektif dan cara-cara baru berbasis praktik dalam mengembangkan strategi,” ungkapnya. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
LBH Ansor Bali Soroti Kasus Kuota Haji yang Jerat Gus Yaqut Jadi Tersangka Korupsi
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Jadwal India Open: Sabar/Reza & Putri KW Main
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Cerita Arie Kriting Pertama Kali Bertemu Indah Permatasasri yang Berusia 19 Tahun
• 4 jam laluinsertlive.com
thumb
Laporan Inara Rusli soal Dugaan Ilegal Akses Naik ke Tahap Penyidikan, Saksi Kunci Serahkan Bukti Tambahan
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Jhonlin Group Kirim Puluhan Alat Berat Ke Aceh Tamiang, Bantu Percepat Pemulihan Pascabencana
• 8 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.