Geng G7 Pimpinan AS Ketar-ketir sama China

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Para menteri keuangan dari Negara Kelompok Tujuh (G7) dan negara-negara ekonomi utama lainnya kumpul bareng di Washington DC, Amerika Serikat (AS) pada 12 Januari waktu setempat atau 13 Januari 2026 WIB. Mereka ketar-ketir dengan China soal mineral penting, termasuk logam tanah jarang (rare Earth).

Sebagai informasi, China mendominasi rantai pasok mineral penting, serta sanggup memurnikan antara 47 hingga 87 persen tembaga, litium, kobalt, grafit, dan unsur logam tanah jarang, menurut Badan Energi Internasional.

Baca Juga :
Ada Mobil Terbaru yang Lebih Mirip Toyota
China vs Jepang, Perang Logam Tanah Jarang

Mineral-mineral penting merupakan bahan baku utama teknologi militer, semikonduktor, komponen energi baru terbarukan (EBT), baterai, dan proses pemurnian. Untuk itu, geng G7 ingin menyatukan suara agar ketergantungan rare Earth sama China berkurang drastis.

"Kita berkumpul di sini (Washington DC) untuk membahas bagaimana caranya mengurangi ketergantungan pada logam tanah jarang dari China, termasuk menetapkan harga minimum dan kemitraan baru untuk membangun pasokan alternatif," kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent, seperti dikutip dari Straits Times, Selasa, 13 Januari 2026.

Pertemuan dihadiri oleh para menteri keuangan dari negara-negara anggota G7, yaitu Jepang, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, selain AS, serta para pejabat dari Australia, Meksiko, Korea Selatan, dan juga India.

Sementara itu, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan bahwa ada 'kesepakatan luas tentang perlunya segera mengurangi ketergantungan pada China untuk logam tanah jarang'.

"Kami sudah menguraikan pendekatan kebijakan jangka pendek, menengah, dan panjang bagi G7 dan negara-negara yang sepaham untuk meningkatkan pasokan logam tanah jarang dari negara bukan China," jelasnya.

Pernyataan Katayama bagian dari respons terhadap kebijakan China yang melarang ekspor mineral penting yang ditujukan untuk kegunaan sipil dan militer.

Menteri Keuangan Jerman Lars Klingbeil menambahkan terdapat potensi penetapan harga minimum untuk logam tanah jarang dan kemitraan untuk meningkatkan rantai pasok.

Akan tetapi, ia mencatat bahwa pembicaraan baru saja dimulai dengan banyak masalah yang belum terselesaikan.

Lars juga mengatakan bahwa unsur logam tanah jarang dan pasokan mineral penting lainnya akan menjadi topik utama di bawah Kepresidenan Prancis dalam G7 pada tahun ini.

Baca Juga :
Rebutan 'Emas Hitam' di Negara Kaya Minyak
RI-China Teken Proposal 16 Proyek Investasi TCTP Senilai Rp 36,4 triliun
IHSG Dibuka Menghijau dan Berpotensi Lanjut Menguat saat Bursa Asia Variatif

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jabat Direktur Perusahaan, Pegawai KPK Sekaligus Istri Tersangka Korupsi Disanksi Berat
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Eva Manurung Ngamuk Dua Cucunya Lihat Inara Rusli-Insanul Fahmi Ena-ena: Sampe Mereka Praktekin!
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Polisi Tangkap 2 Pembunuh Pria Ditemukan Tergeletak di TPU Jakasampurna
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ada Tokoh yang Sebut MBG Tidak akan Berhasil, Prabowo: 58 Juta Orang Sudah Makan Gratis Tiap Hari
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
3 Orang Dilaporkan Meninggal karena Tersengat Listrik saat Banjir di Cilincing Jakut
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.