Dendam akibat Senggolan Saat Tidur, Pedagang Cilok Tusuk Rekan Kerja di Kembangan

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang pedagang cilok di wilayah Basmol, Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat, menusuk rekan kerjanya sendiri pada Selasa (13/1/2026) pagi.

Peristiwa berdarah yang terjadi di sebuah rumah kontrakan RT 04 RW 06 ini diduga kuat dipicu oleh dendam pribadi akibat gesekan sepele di dalam kamar tidur yang sempit.

Ketua RT 04 RW 06 Kembangan Utara, Haris, mengungkapkan bahwa ketegangan antara pelaku dan korban sudah bermula sejak tiga hari sebelum kejadian. Pemicu awalnya adalah kondisi kamar kontrakan yang dihuni lima orang pedagang cilok sekaligus.

Baca juga: Polisi Tangkap Tiga Pembunuh Pria di TPU Bekasi

"Jadi, satu ruangan kecil itu berlima, dia tidur numpuk. Karena di ruang depannya ditaruh gerobak, di tengahnya itu dia tidur berlima setelah berdagang," ujar Haris saat ditemui di lokasi, Selasa.

Menurut dia, korban merupakan pedagang lama yang dituakan dan dipercaya sebagai pengelola oleh bos cilok mereka. Sementara itu, pelaku adalah pedagang yang baru bergabung.

Konflik bermula dari kejadian sepele ketika kaki pelaku tidak sengaja menyentuh kaki korban saat tidur. Hal tersebut memicu ketegangan di antara keduanya.

"Dia (pelaku) itu merasa terusik ketika tidur, itu kaki si pelaku nyentuh-nyentuh kaki korban. Wallahualam, jadi yang namanya orang tidur, ya kan di luar kesadaran," kata Haris.

"Ketika sampai ketiga kali, mungkin nih si korban kehilangan kesabaran. Maka terjadilah gitu, senggolan fisik," lanjutnya.

Tiga hari sebelum penusukan, tepatnya usai insiden senggolan tersebut, pelaku sempat mendatangi Haris pada waktu subuh.

Pelaku mengaku dipukul oleh korban dan berniat melaporkan kejadian itu ke polisi serta melakukan visum.

Baca juga: Pramono Minta Maaf soal Tunanetra Jatuh ke Got, Janji Tegur Manajemen Transjakarta

"Sempat dia lapor ke RT. 'Pak RT, saya digebukin sama teman saya. Gimana?' Saya tanya, situ siapa? (Dia jawab) 'Saya teman yang dagang cilok'," kata Haris.

Saat itu, Haris berupaya memediasi pelaku dan korban karena keduanya adalah rekan satu tim kerja. Namun, pelaku menolak jalan damai.

"Saya bilang (ke pelaku), 'Kalau Bapak lapor ke saya, saya emang tujuan kan buat damai'. Karena masih satu ini (rekan kerja). Dia enggak senang katanya. 'Saya enggak senang kok' gitu katanya," jelas Haris.

Setelah mediasi gagal, pelaku meninggalkan kontrakan dan tidak terlihat selama tiga hari. Pelaku juga sempat mengancam akan melakukan visum secara mandiri.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Kalau situ enggak mau damai, ya saya juga percuma dong. Akhirnya udah tuh, dia keluar. Enggak nongol lagi deh tuh," tambahnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Saksi Cerita Detik-detik Bus TransJ Tabrak Tiang di Tanjung Barat
• 11 jam laludetik.com
thumb
Puluhan penyintas bencana Lhokseumawe mulai terima bantuan DTH
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Elkan Baggott Comeback ke Timnas Indonesia? John Herdman Blak-blakan Bilang Begini Soal Diaspora Garuda di Eropa: Kita Butuh Pemain Top Dunia
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Puan Lantik Bias Layar Jadi Anggota DPR, Gantikan Mukhtarudin
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Masih Jalani Rehabilitasi Cedera Punggung, I.M MONSTA X Umumkan Tanggal Wamil
• 16 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.