INSPEKSI mendadak (sidak) yang dilakukan sejumlah anggota DPRK Bireuen ke gudang logistik Pemerintah Kabupaten Bireuen mengungkap fakta mengejutkan. Puluhan ton bantuan untuk korban banjir dan tanah longsor ditemukan masih menumpuk di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat di Desa Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa.
Sidak yang dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRK Bireuen, Surya Dharma, mendapati gudang dipenuhi berbagai jenis bantuan logistik mulai dari beras, kasur, makanan instan, hingga peralatan kerja seperti cangkul dan gerobak dorong. Kondisi ini sangat kontras dengan situasi di lapangan. Warga di Kecamatan Kuta Blang, Peusangan, hingga kini masih berjibaku membersihkan sisa lumpur pascabanjir besar akhir tahun lalu.
“Berdasarkan pemberitaan salah satu media daring, benar adanya kami menemukan sisa bantuan bencana masih menumpuk di dua gudang BPBD. Sementara itu, gudang Dinas Sosial Bireuen yang berdampingan justru hampir kosong,” ungkap Surya Dharma kepada wartawan, Selasa (13/1).
Surya menegaskan bahwa peralatan kerja yang menumpuk di gudang sangat dibutuhkan warga untuk membersihkan rumah yang tertimbun lumpur setebal 50 cm hingga 2 meter. Ia menyayangkan alasan pihak BPBD yang menyebut stok tersebut sengaja disimpan untuk kebutuhan bulan Ramadan mendatang.
“Kami mendorong Pemkab Bireuen agar memprioritaskan penyaluran bantuan ke daerah-daerah terpencil dan terisolir. Jangan sampai bantuan tersebut kedaluwarsa baru dibagikan, sementara masyarakat korban bencana masih kekurangan,” tegasnya.
Menanggapi temuan tersebut, Plt Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Doli Mardian, mengeklaim bahwa distribusi di lapangan sebenarnya sudah mencukupi. Namun, pihak dewan tetap mendesak agar seluruh sisa logistik segera didistribusikan secara merata melalui camat di masing-masing wilayah terdampak untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana. (E-4)





