Fleksibilitas model bisnis, mulai dari coffee shop butik hingga specialty coffee berbasis komunitas, membuat usaha ini relatif adaptif terhadap perubahan tren dan kondisi ekonomi. Dengan pengelolaan yang tepat, coffee shop berpotensi tumbuh berkelanjutan sekaligus membangun positioning merek yang kuat di berbagai segmen konsumen. Nilai bisnis coffee shop terus tumbuh Melansir laman BCA Prioritas, Selasa, 13 Januari 2026, prospek bisnis coffee shop secara global menunjukkan tren positif. Mengacu pada laporan Grand View Research, nilai pasar coffee shop dunia diperkirakan mencapai USD237-USD245 miliar pada 2025, dengan proyeksi pertumbuhan rata-rata 4-5 persen per tahun hingga 2030.
Menariknya, sekitar 60 persen konsumen urban global mengunjungi coffee shop bukan semata untuk minum kopi, melainkan untuk bekerja, melakukan pertemuan informal, dan bersosialisasi. Hal ini mengukuhkan peran coffee shop sebagai third place di luar rumah dan kantor.
Di Indonesia, laporan United States Department of Agriculture (USDA) bertajuk Indonesia: Coffee Annual mencatat nilai pangsa pasar kedai kopi nasional diperkirakan mencapai USD2,1 miliar, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 10 persen. Data Indonesian Coffee Council juga menunjukkan bahwa pada 2025 terdapat lebih dari 25 ribu coffee shop aktif di seluruh Indonesia, yang sebagian besar menawarkan pengalaman lebih dari sekadar kopi.
Baca juga: Tren Gaya Ngopi Berubah, Belanja Kopi di E-Commerce Melesat Tips bisnis coffee shop di 2026 Meski peluangnya besar, persaingan bisnis coffee shop di 2026 diperkirakan semakin ketat. Pengelolaan yang cerdas dan strategi yang tepat menjadi kunci utama agar bisnis tetap relevan dan berkelanjutan. Dikutip dari Bean and Brew Tech, berikut lima kunci sukses investasi bisnis coffee shop di 2026.
1. Menetapkan harga secara strategis
Inflasi masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha kedai kopi karena berdampak pada fluktuasi harga biji kopi. Karena itu, penetapan harga tidak bisa hanya berfokus pada biaya, tetapi juga pada komunikasi nilai kepada pelanggan.
Strategi harga yang tepat perlu diimbangi dengan pembangunan hubungan pelanggan yang kuat, sehingga konsumen memilih kualitas dan pengalaman, bukan sekadar harga murah atau kenyamanan semata.
2. Membangun tim yang solid
Sumber daya manusia menjadi fondasi utama kesuksesan coffee shop. Investasi pada barista yang terampil dan berpengalaman akan memberikan dampak jangka panjang bagi bisnis.
Tim yang diperlakukan sebagai aset berharga, bukan sekadar tenaga kerja, cenderung memberikan layanan yang konsisten dan berkualitas. Hal ini menciptakan siklus bisnis positif yang mendukung profitabilitas berkelanjutan.
3. Berinvestasi pada peralatan berkualitas
Peralatan merupakan tulang punggung operasional coffee shop. Mesin kopi, grinder, hingga sistem penyaringan air berkualitas, yang didukung pemeliharaan rutin, akan menjaga konsistensi rasa dan kualitas produk.
Konsistensi ini berperan penting dalam membangun reputasi merek dan mendorong pelanggan untuk melakukan pembelian berulang.
4. Menjaga konsistensi produk
Konsistensi menjadi salah satu faktor pembeda utama di tengah persaingan yang ketat. Pelanggan datang kembali karena mereka tahu apa yang akan didapatkan di setiap kunjungan.
Ketika pengalaman dan kualitas produk dapat diandalkan, coffee shop berpeluang membangun basis pelanggan setia yang menjadi fondasi pertumbuhan bisnis jangka panjang.
5. Melampaui ekspektasi pelanggan
Selera konsumen coffee shop kini semakin canggih, dengan ekspektasi yang juga lebih tinggi. Kondisi ini justru membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menghadirkan pengalaman yang unik dan berbeda.
Pelanggan tidak lagi hanya mencari kopi yang enak, tetapi juga suasana, pelayanan, dan cerita di balik produk. Pengalaman yang kuat membuat konsumen bersedia membayar harga premium karena merasa mendapatkan nilai lebih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F07%2F39c2f31aabd79790ed8c5240c11d7750-20260107BAH17.jpg)