OJK Terima 150 Pengaduan Investasi Ilegal di Sulsel hingga November 2025

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat masih maraknya praktik investasi ilegal di daerah. Di Sulawesi Selatan (Sulsel), OJK menerima ratusan pengaduan masyarakat terkait aktivitas investasi yang tidak berizin sepanjang 2025.

Otoritas mencatat menerima 150 pengaduan investasi ilegal di Sulsel hingga November 2025.

Modus yang dilaporkan masyarakat beragam. Penawaran investasi ilegal tersebut mencakup jasa periklanan dengan sistem deposit, penawaran pendanaan, duplikasi penawaran investasi yang berizin, investasi di sektor pertanian dan perkebunan, hingga skema money games.

Melihat masih maraknya praktik ilegal tersebut, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch Muchlasin mendorong masyarakat untuk lebih waspada dengan mengenali aktivitas keuangan melalui prinsip 2L, yakni legal dan logis.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Legal berarti memastikan lembaga jasa keuangan yang digunakan telah memiliki izin resmi dan berada di bawah pengawasan OJK. Sementara itu, logis berarti memahami bahwa penawaran yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat patut diwaspadai karena tidak masuk akal.

Apabila masyarakat terlanjur terlibat atau menemukan aktivitas investasi yang mencurigakan, OJK meminta agar laporan segera disampaikan melalui kanal resmi.

Baca Juga

  • Manajer Investasi Reksa Dana Xdana Syariah Pilih Tutup Bisnis
  • KPK OTT Pegawai Pajak Berujung Geledah Kantor Pusat, DJP Buka Suara
  • Kurs Rupiah Turun 7 Hari Beruntun Saat APBN 2026 Diperkirakan Bakal Minus di Atas 3%

"Bisa menghubungi kontak157, mengirimkan laporan ke alamat email [email protected] atau [email protected], atau bisa juga mengajukan laporan melalui portal resmi konsumen.ojk.go.id," jelas Moch Muchlasin, Selasa (13/1/2026).

Secara nasional, hingga November 2025 OJK bersama Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) telah menghentikan 354 penawaran investasi ilegal dan 2.263 entitas pinjaman online ilegal yang tersebar di berbagai situs dan aplikasi. Aktivitas tersebut diperkirakan berpotensi merugikan masyarakat dengan nilai mencapai Rp142,22 triliun.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Apes! Usai Viral Ludahi Kasir Minimarket, Dosen Ini Bukan Hanya Dipecat, tapi Juga Jadi Tersangka
• 4 jam lalufajar.co.id
thumb
Dewas KPK Hukum Istri Tersangka Kasus K3, Wajib Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Investasi-Investasi INA Bawa Dampak Nyata, Ini Bukti dan Hasilnya
• 15 jam laluidntimes.com
thumb
SBY: Matahari Demokrat Hanya AHY, Saya Mentor Senior
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Viral! Kepala Sekolah SD di Lampung Utara Protes Menu MBG, SPPG Sindang Sari Tegaskan Bantahan
• 1 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.