Jepara: Intensitas hujan lebat dan luapan Sungai Serang Wulan Drainase (SWD) II membuat Desa Ketilengsingolelo dan Desa Welahan di Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, banjir. Hingga Selasa, 13 Januari 2026, air masih menggenangi pemukiman warga dan membuat warga mulai terserang penyakit.
Salah satu warga Desa Ketilengsingolelo, Nafis, memyebut dirinya mulai merasa gatal-gatal di bagian kaki akibat air banjir yang cukup keruh. "Ini sudah mulai kerasa gatal-gatal karena kena air banjir," kata salah seorang warga setempat, Nafis, Selasa, 13 Januari 2026.
Selain Nafis, ibu mertuanya juga merasakan gatal-gatal dan mulai merasa tidak enak badan setelah adanya banjir yang menerjang. "Ibu mertua juga gatal-gatal. Cuaca di sini juga kan hujan terus jadi badan juga mulai meriang dan pegal-pegal," jelas Nafis.
Baca Juga :
Banjir Berhari-hari, Warga Welahan Jepara Mengungsi Bersama KeluargaNafis menyebut pihak Puskesmas Welahan 1 sudah mengadakan cek kesehatan dan pemberian obat bagi dirinya dan pengungsi lainnya.
"Tadi sudah dilakukan cek kesehatan dari Puskesmas. Dikasih obat salep buat gatal-gatal. Katanya nanti sore dari Puskesmas juga datang ke sini lagi," ungkap Nafis.
Kondisi banjir yang masih menggenang di Welahan Jepara. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani
Dia beserta anak dan ibu mertua memilih berada di pengungsian karena rumah yang mereka tempati mulai tergenang air. Ia merasa kesusahan beraktivitas karena adanya banjir yang melanda.
Di pengungsian yang berada di Mts Darul Istiqomah Ketilengsingolelo didirikan posko kesehatan bagi korban banjir. Selain itu, ambulance juga disiagakan di tempat pengungsian untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan.



