TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Camat Pondok Aren, Hendra, disebut tidak hadir dalam rapat koordinasi penanganan sampah di Tangerang Selatan (Tangsel) yang berlangsung pada Jumat (9/1/2026).
Kabar ketidakhadiran Hendra tersebut beredar di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi. Salah satunya dugaan bahwa ia pergi berlibur bersama sejumlah lurah di wilayah Pondok Aren ke Bandung, Jawa Barat.
Menanggapi kabar tersebut, Hendra memberikan klarifikasi. Ia membenarkan bahwa pada hari itu dirinya tengah mengikuti kegiatan bersama para lurah di Bandung.
Baca juga: Sahroni Jelaskan Maksud Ucapan “Orang Tolol Sedunia” Saat Respons Tuntutan Bubarkan DPR
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut telah direncanakan jauh hari sebelum adanya undangan rapat dan bukan merupakan kegiatan mendadak.
"Itu agenda sudah lama. Mereka, lurah-lurah sudah patungan, sudah dibayarin apa-apanya, masa saya enggak ikut, enggak enak juga," ujar Hendra saat dihubungi Kompas.com, Selasa (13/1/2026).
Menurut Hendra, undangan rapat koordinasi dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan tersebut baru diterima olehnya pada Kamis (8/1/2026) sore, sehari sebelum liburan itu dilakukan.
Sementara itu, kegiatan bersama lurah se-Pondok Aren telah dipersiapkan sejak beberapa hari sebelumnya. Bahkan, tempat penginapan telah dipesan jauh hari.
"Agenda kita bersama, intinya kan sebelumnya ketemu jadwalnya susah banget nih. Dari dulu misalnya nih, urah yang satu ngajak bareng ya, tapi yang ini enggak bisa," kata dia.
"Nah ini emang udah masuk Januari, terus dibacain di group (internal camat-lurah Pondok Aren), terus kita ayo aja namanya kita mau nyenengin temen-temen kan gitu," lanjut dia.
Baca juga: WN China Racik Narkoba Etomidate di Apartemen Pluit, Bahan Dikirim dari India
Meskipun begitu, ia memastikan, liburan yang diikuti oleh dirinya bersama sekretaris camat dan para lurah di Pondok Aren dilakukan secara sederhana.
Bahkan, penginapan yang mereka sewa merupakan tenda biasa, bukan glamping.
Tidak hanya itu, aktivitas sederhana yang mereka lakukan juga menggunakan biaya pribadi.
Mereka, kata Hendra, menggunakan mobil pribadi dan tidur di tenda untuk menghemat anggaran.
"Itu juga ngirit, patungan cuma berapa, tidur di tenda ramai-ramai. Bukan glamping ya. Pakai mobil sendiri, ada tiga mobil pribadi yang kita pakai. Saking pengen ngumpul doang gitu, pengen healing doang," jelas dia.
Terkait ketidakhadirannya dalam rapat koordinasi penanganan sampah, Hendra mengaku sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan.
Baca juga: 7 Jam Diperiksa, Pelapor Penipuan Kripto Timothy Ronald Dicecar 30 Pertanyaan
Ia menyampaikan permintaan maaf tersebut secara langsung, mengingat rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Pilar Saga Ichsan.
"Saya juga sudah ketemu sama Pak Wakil (Pilar Saga), sudah minta maaf lahir batin, saya udah cium tangannya. Saya udah siap kalau salah tapi Alhamdulillah beliau sudah memaafkan," kata Hendra.
Hendra pun berharap polemik terkait ketidakhadirannya tidak diperbesar. Ia menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukannya bersifat pribadi, begitu pula dengan seluruh biaya yang dikeluarkan.
“Ini sebenarnya sederhana banget, cuma waktunya saja yang enggak pas. Kegiatan itu murni pribadi,” ucap dia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2021%2F11%2F24%2F124d3661-5d07-44a6-9a1c-cd9e3ab1e08f_jpg.jpg)