BEKASI, KOMPAS.com – Ahmad Riansah (29), sopir truk yang membunuh SM (23), istri sirinya, di kamar kos kawasan Jalan Letnan Arsyad Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, mengaku sempat menunggui jasad korban sebelum mencoba mengakhiri hidupnya sendiri.
Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Rabu (7/1/2026). Usai kejadian, Ahmad mengaku mencoba bunuh diri dengan menenggak cairan pembersih lantai, namun upaya tersebut gagal.
“Udah gitu saya temenin dulu setengah jam. Keluar itu saya minum (pembersih lantai), habis itu saya balik ke kosan karena memang saya niatnya pengen mati bareng-bareng,” ujar Ahmad, Selasa (13/1/2026).
Ahmad menyebut, ia hanya meminum sedikit cairan pembersih lantai sehingga langsung mengalami muntah-muntah.
"Saya justru muntah-muntah," kata dia.
Baca juga: Apa Itu Narkoba Etomidate yang Disalahgunakan Lewat Vape?
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=pembunuhan, Bekasi, pembunuhan di bekasi, sopir truk bunuh istri siri&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMy8yMTM4MjkzMS9jZW1idXJ1LWJlcnVqdW5nLW1hdXQtc29waXItdHJ1ay10dW5nZ3VpLWphc2FkLWlzdHJpLXNpcmktZGFuLWNvYmEtYnVudWg=&q=Cemburu Berujung Maut, Sopir Truk Tunggui Jasad Istri Siri dan Coba Bunuh Diri§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Sebelum kejadian, Ahmad mengaku sedang dalam kondisi sakit dan sempat meminta korban agar tidak masuk kerja. Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi.
“Saya sakit meriang. Itu saya ngomong sama dia. Saya bilang mau ngambil kunci kosan, saya ambilah ke tempat kerjaan dia. Saya bilang, kamu bisa pulang cepat nggak? Tapi dia bilang, enggak bisa soalnya saya izin terus takut dipecat,” ujar Ahmad.
Ketegangan di antara keduanya disebut sudah terjadi sejak melalui percakapan telepon. Ahmad mengaku terlibat percekcokan dengan korban sebelum korban pulang ke kos.
“Itu berantem di handphone dulu. Jadi dia pulang jam 12. Saya kan nyadap WA-nya, saya bilang, kamu jangan chattingan sama tamu soalnya saya sakit hati,” kata dia.
Baca juga: Sahroni Rugi Rp 80 Miliar akibat Penjarahan Rumah: Saya Tak Korupsi tapi Dijarah
Sekitar pukul 08.30 WIB, Ahmad mengaku terbawa emosi dan melakukan kekerasan terhadap korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Setelah kejadian tersebut, Ahmad justru melarikan diri dari lokasi dengan membawa satu set pakaian.
“Habis muntah-muntah saya bangun, buru-buru ambil baju ini doang satu setel,” ujarnya.
Selain melarikan diri, Ahmad juga mengambil sejumlah uang milik korban, baik tunai maupun yang tersimpan di rekening bank.
“Cuma uang doang. Uang itu kalau enggak salah di saldo 2,5 juta sama uang cash 300. Itu saya transferin buat ke sini (kabur),” kata Ahmad.
Baca juga: MRT Jakarta Buka Kunjungan Gratis ke Lokasi Pembangunan Fase 2, Cek Syaratnya
Ahmad mengungkapkan, korban sempat berencana bekerja sebagai terapis spa hanya hingga Lebaran tahun ini. Setelah itu, keduanya disebut berniat kembali rujuk sebagai suami istri.





