Dunia Musik Berduka, Gitaris Black Midi Matt Kwasniewski-Kelvin Meninggal di Usia 26 Tahun

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Kabar duka kembali datang dari industri musik. Dunia musik alternatif dan eksperimental kehilangan salah satu talenta mudanya, Matt Kwasniewski-Kelvin, gitaris band rock eksperimental asal Inggris Black Midi. 

Ia meninggal dunia pada usia 26 tahun. Kabar tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi keluarga yang menyebutkan bahwa sang musisi wafat setelah perjuangan panjang melawan kesehatan mentalnya. Scroll untuk info lebih lanjut...

Baca Juga :
Brigitte Bardot Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya
Kabar Duka, Yaya Moektio God Bless Meninggal Dunia

“Seorang musisi berbakat dan pria yang baik serta penuh kasih akhirnya menyerah; meski segala upaya telah dilakukan,” demikian pernyataan resmi keluarga, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Selasa, 13 Januari 2026.

“Ia akan selalu dicintai. Mohon luangkan waktu sejenak untuk mengecek kabar orang-orang terdekat Anda agar kita bisa menghentikan hal ini terjadi pada para pria muda,” sambungnya lagi. 

Pernyataan keluarga tersebut dibagikan di media sosial oleh label rekaman Black Midi, Rough Trade. Label tersebut menyebut Kwasniewski-Kelvin sebagai sosok yang sangat berbakat dan akan selalul dirindukan. 

Kwasniewski-Kelvin merupakan bagian penting dari perjalanan Black Midi, salah satu band rock paling banyak dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir. Ia bertemu dengan para personel lain saat menempuh pendidikan di Brit School, sebuah institusi seni pertunjukan ternama di London yang juga melahirkan banyak musisi Inggris berpengaruh.

Ketertarikan Kwasniewski-Kelvin terhadap musik dimulai sejak kecil, dengan pengaruh pop-punk dan rock klasik. Namun arah musikalnya berubah setelah bertemu dengan vokalis Black Midi, Geordie Greep. 

Dari sana, ia mulai tertarik pada musik noise dan rock eksperimental. Beragam elemen tersebut kemudian menyatu menjadi identitas musikal Black Midi yang agresif, progresif, dan sulit dikotakkan.

Identitas itu terdengar jelas dalam album debut mereka pada 2019 berjudul Schlagenheim. Album tersebut mendapat sambutan luas dari kritikus dan penggemar, serta mengukuhkan posisi Black Midi sebagai band dengan pendekatan musikal yang berani dan tak konvensional. 

Schlagenheim masuk daftar nominasi Mercury Prize pada tahun yang sama dan mendapat label “best new music” dari Pitchfork. Album tersebut dipuji  sebagai album yang “magnetis dan memukau”.

Kesuksesan awal tersebut membawa Black Midi meraih basis penggemar yang fanatik dan reputasi sebagai salah satu band paling petualang secara musikal di generasinya. Namun, di balik pencapaian tersebut, Kwasniewski-Kelvin menghadapi perjuangan pribadi yang berat.

Baca Juga :
Duka Istri Usai Gary Iskak Berpulang: Udah Gak Sakit Lagi Ya Yah...
Musisi Legendaris Iwan Zen Meninggal Dunia
Innalillahi, Istri Wiranto Meninggal Dunia, Dimakamkan Besok Pagi di Solo

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir di Prepedan Kalideres Mulai Surut, Kini Ketinggian Air Capai 30 Cm
• 22 jam laludetik.com
thumb
Fahri Hamzah: Prabowo Satu-satunya Presiden Independen yang Tak Bisa 'Disetir'
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Topik Percakapan yang Selalu Dihindari oleh Orang Cerdas
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Korsleting Saat Banjir, 3 Warga Cilincing Tewas Tersengat Listrik
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
John Herdman Langsung Bicara Jujur soal Peluang Naturalisasi Pemain Baru untuk Timnas Indonesia, Pascal Struijk Termasuk?
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.