Reza Pahlavi Siapkan Rencana Transisi Kekuasaan di Iran

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979, mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan skema transisi kekuasaan bagi Iran.

Dilansir dari Antara pada Selasa (13/1/2025), rencana tersebut dirancang melalui inisiatif bertajuk Iran Prosperity Project, yang memuat tahapan perubahan konstitusi hingga penyelenggaraan pemilihan umum nasional setelah “pencopotan” otoritas yang kini berkuasa.

Dalam wawancara dengan surat kabar Italia, Corriere della Sera, Pahlavi menegaskan persiapan transisi itu bukan gagasan mendadak. Ia menyebut skenario tersebut telah disusun sejak lama untuk mengantisipasi perubahan politik di Iran.

Tahap berikutnya adalah fase stabilisasi, mencakup pemulihan fungsi negara, penyediaan layanan dasar, pemulihan kepercayaan ekonomi, serta menjaga tata kelola pemerintahan dasar.

Setelah itu, kata dia, Iran akan memasuki proses konstitusional yang diakhiri dengan pemilihan umum nasional.

Ketika ditanya apakah ia berniat kembali berkuasa dan memulihkan sistem monarki, Pahlavi menegaskan perannya tidak akan berpihak pada bentuk negara tertentu, baik monarki maupun republik.

Ia menyatakan akan bersikap netral sepanjang proses transisi.

“Saya ingin rakyat Iran akhirnya dapat menggunakan hak mereka untuk memilih secara bebas,” ujar Pahlavi, seraya menekankan bahwa masa depan sistem politik Iran harus ditentukan sepenuhnya oleh kehendak rakyat melalui mekanisme demokratis.

Pahlavi menambahkan, Iran Prosperity Project juga menyediakan peta jalan pemulihan ekonomi dan reintegrasi Iran ke komunitas internasional.

Program tersebut, menurutnya, melibatkan lebih dari 100 pakar dari dalam dan luar negeri yang bekerja merancang kebijakan untuk memulihkan stabilitas ekonomi, membuka kembali hubungan internasional, serta menciptakan fondasi pertumbuhan jangka panjang setelah transisi kekuasaan.

Sementara itu, Iran dilanda gelombang protes sejak akhir Desember 2025, dipicu kekhawatiran atas lonjakan inflasi akibat melemahnya nilai tukar rial.

Aksi unjuk rasa meningkat sejak 8 Januari setelah seruan dari Reza Pahlavi, dengan pawai protes berlangsung di sejumlah kota.

Pada hari yang sama, akses internet dilaporkan diblokir. Di beberapa wilayah, demonstrasi berubah menjadi bentrokan dengan aparat keamanan, disertai teriakan slogan-slogan kritis terhadap pemerintah.

Otoritas Iran pada Senin menyatakan situasi telah berhasil dikendalikan. (ant/saf/ipg)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
SMR Utama (SMRU) Kehilangan Kontrak Tambang Batu Bara dari Titan Group
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Trump Tentukan Target dan Siap Menyerang, Iran: Kita Siap Perang!
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Dede Yusuf Bicara Pilkada via DPRD: Kita Ikuti Kebijakan Presiden
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
AS Prioritaskan Diplomasi, Tapi Pertimbangkan Opsi Militer terhadap Iran di Tengah Ketegangan Nuklir
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Makanan yang perlu dihindari mencegah ambeien
• 20 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.