REPUBLIKA.CO.ID, ADEN— Kehidupan di Kota Aden Yaman selatan kembali normal beberapa hari setelah pasukan yang setia kepada pemerintah sah menguasai ibu kota sementara.
Rekaman video menunjukkan gedung Bank Sentral Yaman dijaga pasukan "Al-Amaliqa" yang setia kepada pemerintah.
Baca Juga
‘Perzinaan Terang-Terangan AS-Israel Jadi Beban Bagi Dunia Internasional’
3 Pilihan Suram yang Harus Dihadapi Trump Jelang Perang dengan Iran
Israel Siaga Penuh Takut Diserang Iran Secara Tiba-tiba, Perang di Depan Mata?
Koresponden Aljazeera, Yasser Hassan, dikutip Selasa (13/1/2026) mengatakan bank tersebut sedang mempersiapkan pembayaran gaji yang tertunda sejak tahun lalu untuk pegawai negeri.
Hassan menambahkan bahwa kehidupan kembali normal di kota Aden, dengan berjalannya kegiatan sekolah, fasilitas, serta lembaga pemerintah dan swasta.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dia menjelaskan, ada koordinasi antara pasukan "Perisai Tanah Air" dan "Brigade Raksasa" serta antara otoritas lokal dan keamanan di Aden terkait perlindungan fasilitas-fasilitas penting di kota tersebut.
Koresponden tersebut juga berbicara tentang akan beroperasinya bandara "Seiyun" di Hadramaut dan "Al-Rayyan" di Mukalla, setelah beroperasinya Bandara "Aden" dan "Al-Ghaydah" di Al-Mahra.
Panglima militer Aden
Pada saat yang sama, Pasukan Perisai Tanah Air yang berafiliasi dengan pemerintah mengumumkan kedatangan panglima militer dari Koalisi Dukungan Legitimasi yang dipimpin Arab Saudi ke Aden, dalam kunjungan pertama pejabat militer koalisi setelah pemerintah kembali menguasai kota tersebut.