Iran Tuding AS dan Israel Menyusupkan ISIS dalam Demo Ricuh Berujung Maut

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel mengerahkan anggota kelompok teroris ISIS (Daesh) ke dalam wilayahnya untuk melakukan serangan terhadap warga sipil dan personel keamanan. Tuduhan tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi.

Dilansir Anadolu Agency, Selasa (13/1/2026) Mousavi menyebut pengerahan itu dilakukan menyusul kegagalan Washington dan Tel Aviv dalam apa yang ia gambarkan sebagai "perang 12 hari" melawan Iran baru-baru ini.

Baca juga: Pejabat Iran: 2.000 Orang Tewas dalam Aksi Demo Besar-besaran

Mousavi menuding anggota ISIS, yang ia sebut sebagai "tentara bayaran", dikirim ke Iran untuk melancarkan aksi kekerasan yang menargetkan masyarakat sipil serta aparat keamanan.

"Iran tidak akan mentolerir pelanggaran kedaulatan atau integritas wilayahnya," kata Mousavi.

Ia menambahkan, pasukan keamanan telah bertindak dengan menahan diri dalam menangani aksi protes, namun tidak akan membiarkan "unsur-unsur teroris" beroperasi di jalanan.

Hingga kini, baik Amerika Serikat maupun Israel belum memberikan tanggapan langsung atas tuduhan tersebut. Iran sendiri tengah diguncang gelombang protes anti-pemerintah sejak bulan lalu, seiring memburuknya kondisi ekonomi dan melemahnya mata uang nasional, rial.

Baca juga: Demo Besar-besaran di Iran, Korban Tewas Bertambah Jadi 646 Orang

Nilai tukar rial dilaporkan merosot hingga 145.000 per dolar AS, yang berdampak pada melonjaknya harga kebutuhan pokok. Sejumlah pejabat Iran sebelumnya juga menuding AS dan Israel berada di balik dukungan terhadap pihak-pihak yang mereka sebut sebagai "perusuh bersenjata" di dalam negeri.

Meski belum ada data resmi dari pemerintah Iran, Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat memperkirakan jumlah korban tewas telah mencapai sedikitnya 646 orang, termasuk aparat keamanan dan demonstran, serta lebih dari 1.000 orang terluka.

HRANA juga melaporkan sedikitnya 10.721 orang telah ditahan di 585 lokasi di seluruh Iran, mencakup 186 kota di seluruh 31 provinsi.




(dek/jbr)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harapan Mama Papua Saat Gibran Blusukan di Biak Numfor
• 8 jam lalukompas.com
thumb
PKB: Pihak Luar yang Nilai Ada Perpecahan di Kabinet Tak Paham Fakta
• 21 jam laludetik.com
thumb
Konser Amal Aid For Artist Sukses Galang Dana hingga Rp92,7 M untuk Palestina dan Sudan
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Rektor Pastikan UKT Unpad Tak Naik Sampai 2029
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Mesin Hybrid F1 2026 Bikin Strategi Makin Rumit Tapi Seru, Ini Penjelasannya
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.