KOMPAS.TV - Lebih dari dua pekan, gelombang unjuk rasa bergejolak di berbagai kota di Iran.
Ribuan warga Iran turun ke jalan menuntut perbaikan ekonomi kepada pemerintah.
Aksi unjuk rasa dipicu kemarahan rakyat Iran karena biaya hidup meningkat.
Warga pun memprotes runtuhnya mata uang Iran yang mencapai 1,4 juta rial terhadap 1 dolar Amerika Serikat.
Di tengah protes yang meluas, Presiden Iran berjanji pemerintahannya berupaya menstabilkan ekonomi.
Gelombang protes Iran menelan sedikitnya 645 korban jiwa per 12 Januari berdasarkan laporan Human Rights Activists News Agency yang berbasis di Amerika Serikat.
Sementara itu, sekitar 10 ribu orang ditangkap dari pantauan di 186 kota di seluruh 31 provinsi Iran.
Kini gelombang unjuk rasa di Iran menarik perhatian Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Ia mempertimbangkan serangan terhadap Iran karena demonstrasi telah menewaskan ratusan orang.
Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengapresiasi unjuk rasa warga Iran memprotes pemerintahan.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei mengecam aksi demonstran yang disebut membahayakan keamanan nasional.
Ia menuding sejumlah demonstran mencoba menyenangkan Donald Trump.
#iran #amerikaserikat #israel
Penulis : kharismaningtyas
Sumber : Kompas TV
- iran
- unjuk rasa iran
- krisis ekonomi iran
- teheran
- demonstrasi
- korban jiwa




