TABLOIDBINTANG.COM - Aktris peraih Oscar Jennifer Lawrence bicara soal bagaimana pernikahan dan perannya sebagai ibu telah mengubah keseharian hidupnya. Ia mengungkapkan bahwa hubungannya dengan sang suami, Cooke Maroney, membantunya menemukan keseimbangan setelah melewati masa tumbuh besar yang ia gambarkan penuh kekacauan.
Berbicara terbuka dalam episode SmartLess Podcast edisi 12 Januari, Lawrence merenungkan proses beradaptasi dengan gaya hidup yang sangat berbeda sejak menikah dan membangun keluarga.
“Saya menikah dengan seseorang yang sangat berlawanan dengan saya,” ujar Lawrence (35). “Dia sangat terorganisasi. Dia adalah jangkar.”
Menurut Lawrence, sifat Maroney yang tenang dan terstruktur berpengaruh besar pada cara ia mengelola rumah tangga dan waktu. “Semuanya tertata,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia belajar menyesuaikan diri dengan menutup beberapa ruang tertentu dan memberi dirinya tanggung jawab kecil yang ia usahakan untuk dijaga dengan disiplin.
Struktur tersebut menjadi semakin penting setelah mereka dikaruniai anak. Lawrence dan Maroney memiliki seorang putra, Cy (3), dan menyambut kelahiran anak kedua mereka pada 2025.
Meski jadwal ketat bukan hal yang alami baginya, Lawrence mengaku kini memahami pentingnya rutinitas. “Sekarang saya mengerti, saya benar-benar mengerti,” ujarnya, menjelaskan bahwa anak-anak mereka menjalani jadwal yang sangat teratur. Ia pun memuji peran suaminya dalam menjaga konsistensi tersebut. “Dia memang pandai mempertahankannya,” katanya.
Namun demikian, Lawrence menegaskan bahwa kompromi tetap menjadi kunci dalam pernikahan. “Kami belajar, untuk menjaga pernikahan tetap hidup, saya punya toleransi waktu 15 menit,” ujarnya. Pernyataan itu disambut pembawa acara Jason Bateman dengan candaan bahwa ketepatan waktu yang terlalu kaku justru bisa memberi tekanan dalam hubungan.
Lawrence juga menyebutkan bahwa jadwal yang ketat kerap menjadi tantangan tersendiri baginya. Dengan nada humor, ia mengatakan mungkin membutuhkan terapi okupasi untuk membantunya mengelola ADD.
Lebih jauh, Lawrence sebelumnya juga pernah berbagi bagaimana pengalaman menjadi ibu mengubah sudut pandangnya secara menyeluruh. Dalam wawancara dengan W Magazine pada November lalu, ia menggambarkan intensitas emosional di masa awal keibuan.
“Ketika saya memiliki anak pertama, saya merasa benar-benar terhubung dengan bayi saya,” tuturnya. Namun, ia juga menyadari betapa sulitnya kembali ke dunia yang tidak sepenuhnya berpusat pada ikatan tersebut. “Segalanya terlihat berbeda setelah itu,” katanya.
Melalui pernikahan, pengalaman menjadi ibu, dan saling pengertian, Jennifer Lawrence mengaku kini menemukan stabilitas dalam hidup yang dulu terasa begitu melelahkan. Ia pun memuji peran pasangan dan lingkungan sekitarnya yang membantunya menavigasi perubahan besar dalam kehidupannya.




