Airlangga: Kebijakan Biodiesel B40 Tetap Diterapkan, B50 Masih Dikaji

republika.co.id
12 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kebijakan mandatori biodiesel B40 tetap diterapkan pada tahun ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Sementara itu, opsi penerapan B50 masih dalam tahap kajian.

Airlangga menjelaskan bahwa penerapan B40 akan berjalan tahun ini, sedangkan B50 memerlukan kajian berkelanjutan dengan mempertimbangkan selisih harga fuel oil, bahan bakar minyak (BBM), serta harga kelapa sawit baik domestik maupun internasional.

“Jadi tahun ini, arahan Pak Presiden tetap B40. Untuk B50, kajian harus dilakukan terus-menerus,” kata Airlangga setelah menghadiri kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit bertajuk Ketahanan Pangan untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa di Jakarta, Selasa.

Ia menegaskan bahwa kebijakan B50 tidak dibatalkan, karena kajian teknis dan uji coba di sektor otomotif tetap dilanjutkan sambil memantau pergerakan harga serta kesiapan industri nasional dari hulu ke hilir.

Menurut Airlangga, pemerintah terus menghitung selisih (delta) harga biodiesel, BBM, dan kelapa sawit untuk memastikan kebijakan campuran bahan bakar berjalan seimbang, menjaga pasokan energi, serta stabilitas ekonomi nasional, termasuk industri otomotif, fiskal, dan daya saing nasional.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Kita akan selalu melihat perbedaan harga antara harga fuel oil, harga BBM, dengan harga kelapa sawit, deltanya berapa. Kajian B50 diteruskan, uji coba otomotif juga lanjut. Jadi kita tergantung pada dinamika harga,” ujarnya.

Airlangga menyebut persiapan menuju B50 terus dilakukan, namun implementasinya bergantung pada skenario harga yang berkembang, dengan arahan Presiden saat ini tetap menjalankan kebijakan B40.

“Ya, kita siapkan menuju semester kedua, tetapi saat sekarang, dengan skenario harga yang ada, arahan Bapak Presiden tetap B40, namun siap untuk B50,” imbuh Airlangga.

Biodiesel B40 merupakan bahan bakar campuran yang terdiri atas 60 persen solar dan 40 persen bahan bakar nabati (BBN) berbasis kelapa sawit.

Implementasi program B40 menjadi bagian dari upaya mencapai ketahanan energi nasional, sekaligus mendukung agenda Indonesia yang hijau dan berkelanjutan. Langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan dan energi sebagai prioritas nasional.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hakim Tolak Eksepsi Crazy Rich Haji Sutar, Sidang TPPU Narkotika Berlanjut
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
CCTV Bongkar Pembunuhan Terapis Spa di Bekasi, Pelaku Suami Siri Korban
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Standard Chartered: Ether Berpotensi Kalahkan Bitcoin
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Putaran Kedua Wajib Berbenah, PSM Hanya Terpaut 9 Poin dari Zona Merah
• 23 jam lalufajar.co.id
thumb
Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Salurkan Bantuan Tanggap Bencana untuk Korban Banjir Belitang
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.