REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK, – Penelitian terbaru dari Universitas Indonesia mengungkapkan bahwa kesejahteraan siswa merupakan fondasi utama pendidikan berkualitas. Penelitian ini dilakukan oleh Neti Hernawati dari Fakultas Psikologi UI dan menyoroti pentingnya faktor kesejahteraan dibanding hanya prestasi akademik, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Penelitian yang berjudul "Peran Motivasi Akademik dalam Memediasi Pengaruh Efikasi Diri Akademik dan Iklim Sekolah terhadap Kesejahteraan Siswa SMA di Wilayah Perdesaan Pegunungan dan Pesisir Jawa Barat" ini memberikan wawasan baru mengenai pengaruh latar belakang geografis terhadap kebahagiaan dan semangat belajar remaja.
Menurut Neti Hernawati, kesejahteraan siswa adalah faktor penting yang selama ini kurang diteliti di Indonesia, padahal sangat berpengaruh pada perkembangan psikososial dan prestasi akademik. Penelitian ini berfokus pada siswa SMA kelas XI di Jawa Barat, mengingat kualitas pendidikan di daerah ini masih belum merata.
Pengaruh Geografis terhadap Kesejahteraan Siswa
Penelitian ini menyoroti perbedaan antara wilayah pegunungan dan pesisir yang memiliki karakteristik geografis, sosial, dan budaya yang berbeda signifikan. Wilayah pegunungan cenderung memiliki komunitas lebih homogen dengan ikatan sosial kuat, sementara wilayah pesisir memiliki mobilitas sosial tinggi dan tantangan ekonomi lebih kompleks.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa di wilayah pegunungan merasa lebih sejahtera dan menilai suasana sekolahnya lebih positif dibandingkan siswa di wilayah pesisir. Namun, efikasi diri akademik dan motivasi akademik siswa relatif sama di kedua wilayah.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Peran Motivasi Akademik
Penelitian ini menemukan bahwa motivasi akademik dan iklim sekolah yang kondusif berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan siswa baik di wilayah pegunungan maupun pesisir. Efikasi diri akademik tidak secara langsung menentukan kesejahteraan, tetapi dapat berpengaruh melalui motivasi akademik.
Selain itu, ditemukan adanya perbedaan model peran motivasi akademik dalam menjembatani pengaruh efikasi diri akademik terhadap kesejahteraan siswa antara kedua wilayah, dengan peran yang lebih kuat di wilayah pegunungan. Perbedaan ini diduga berkaitan dengan pandangan siswa pegunungan bahwa pendidikan merupakan sarana penting untuk meningkatkan taraf hidup.