Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia atau AISI memandang optimistis pasar roda dua domestik tahun 2026, berkaca pada capaian penjualan sepanjang tahun lalu yang mencapai lebih dari 6,4 juta unit atau 6.412.769 unit.
Lewat keterangan resmi yang diterima kumparan, industri otomotif disebut masih dibayangi dengan penerapan opsen pajak yang diterapkan di beberapa daerah. Hal itu dinilai dapat menjadi tantangan penjualan pada awal tahun ini.
"Mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini pada angka 6,4 juta-6,7 juta unit," kata Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala.
Sigit menambahkan, efek berganda kondisi geopolitik global berpotensi memengaruhi perekonomian dan pasar motor domestik. Selain pertumbuhan ekonomi, harga komoditas dan kondisi cuaca akan mempengaruhi stabilitas daya beli masyarakat tahun ini.
"Kami memahami kebutuhan kenaikkan pendapatan setiap pemerintah daerah. Kalau pun ada kenaikkan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen," terangnya.
Dirinya turut menyoroti dukungan lembaga pembiayaan yang kuat juga akan mampu mendorong terjadinya realisasi penjualan di pasar sepeda motor domestik. Jika terealisasi dengan baik, mengulang atau melampaui total penjualan tahun 2025 harusnya bisa tercapai.
Penjualan motor domestik naik 1,3 persen dibanding 2024Penjualan motor sepanjang tahun lalu ditutup pada angka 6.412.769 unit, itu lebih tinggi 1,3 persen dibandingkan dengan perolehan periode serupa 2024 yang catatkan 6.333.310 unit. Sigit bilang kondisi pasar domestik terbilang stabil meski situasinya cukup menantang.
Menurutnya, sepeda motor masih menjadi moda transportasi paling efisien dan efektif bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas ekonomi maupun kebutuhan mobilitas harian. Setiap bulannya mampu terdistribusi rata-rata di atas 500 ribu unit.
"Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik berada di angka 535 ribu unit. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan, baik untuk kegiatan ekonomi produktif maupun untuk kebutuhan leisure dan gaya hidup masyarakat," ucapnya.
Ia berujar pada awal 2025 AISI memproyeksikan penjualan sepeda motor domestik berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Realisasi penjualan yang tercapai dinilai masih sejalan dengan proyeksi tersebut, meski pertumbuhannya tidak terlalu besar.
Dari sisi komposisi pasar, segmen skutik masih menjadi tulang punggung penjualan sepeda motor nasional. Kategori scooter menyumbang 91,7 persen, sisanya segmen underbone 4,46 persen, sport 3,51 persen, dan motor listrik masih di bawah 1 persen.



