Emiten perkebunan kelapa sawit PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) melakukan perombakan besar-besaran setelah dikendalikan oleh perusahaan Korea Selatan Posco International Corporation. Perseroan melakukan perubahan terhadap nama, logo, dan jajaran dewan komisaris.
Kebijakan tersebut telah dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan telah mendapatkan restu dari pemegang saham perseroan. Rapat penting tersebut membahas tiga agenda. Mata agenda pertama ada perubahan atas nama perseroan dari PT Sampoerna Agro Tbk menjadi PT Prime Agri Resources Tbk.
"Rapat menyetujui perubahan nama perseroan dari semula PT Sampoerna Agro Tbk menjadi PT Prime Agri Resources Tbk," ujar manajemen SGRO dalam keterbukaan informasi BEI dikutip Rabu (14/1).
Perubahan nama tersebut telah memperoleh persetujuan Kementerian Hukum dan HAM melalui Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-0001439.AH.01.02.TAHUN 2026 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar PT Prime Agri Resources Tbk pada 13 Januari 2026.
Selain berganti identitas dengan nama baru, SGRO juga memperkenalkan diri dengan logo baru. Logo tersebut selanjutnya resmi digunakan oleh perseroan dan seluruh entitas anaknya.
Pada agenda kedua, rapat menyetujui pengunduran diri Eka Dharmajanto Kasih dari posisi Komisaris Utama. Sebagai penggantinya, pemegang saham mengangkat Byoungsun Kong sebagai Komisaris Utama. Sementara posisi dua Komisaris Independen tetap dijabat oleh Raden Bagus Permana Agung Dradjattun dan Saud Usman Nasution.
Berikut susunan terbaru dewan komisaris dan direksi adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Byoungsun Kong
- Komisaris: Raden Bagus Permana Agung Dradjattun
- Komisaris: Saud Usman Nasution
Dewan Direksi
- Direktur Utama: Budi Setiawan Halim
- Direktur: Dwi Asmono
- Direktur: Lim King Hui
- Direktur: Hero Djajakusumah
- Direktur: Parluhutan Sitohang
- Direktur: Heri Harjanto
- Direktur: Eris Ariaman
Perombakan ini menyusul perubahan pengendalian SGRO. Sebelumnya, seluruh saham pengendali SGRO yang dimiliki Twinwood Family Holdings Limited dialihkan kepada AGPA Pte. Ltd., perusahaan investasi kelapa sawit yang seluruh sahamnya dimiliki Posco International.
Transaksi tersebut mencakup 1,19 miliar saham atau 65,72% dari modal ditempatkan dan disetor penuh SGRO, sehingga pengendalian berpindah dari Twinwood Family Holdings Limited ke AGPA.
Direktur SGRO Eris Ariaman menegaskan, perubahan pengendali tidak berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.
Dalam laporan tahunan 2024 SGRO tercatat bahwa pada 27 Agustus 2024 Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd. (SAR) telah menjual 1,267 miliar saham atau 69,68% saham SGRO kepada Twinwood Family Holdings SFO Limited. Pada saat itu, pengendali manfaat masih berada pada Putera Sampoerna.
Sebelum akuisisi oleh AGPA, struktur kepemilikan SGRO adalah 65,72% milik Twinwood Family Holdings dan 34,27% saham publik.
AGPA Pte. Ltd. merupakan perusahaan berbasis di Singapura yang didirikan pada November 2021 oleh Posco International. AGPA berfungsi sebagai induk investasi untuk bisnis kelapa sawit, dengan rencana ekspansi melalui akuisisi lahan perkebunan, pengembangan fasilitas refinery, hingga produksi biofuel. Seluruh kepemilikan AGPA berada di bawah Posco International.
POSCO International sendiri merupakan perusahaan perdagangan dan investasi global dari Korea Selatan di bawah POSCO Group. Perusahaan ini awalnya berdiri dengan nama Daewoo Corporation, sebelum berkembang menjadi entitas yang mengelola bisnis impor, ekspor, dan pengembangan bisnis komprehensif, termasuk investasi di sektor baja, energi, agrikultur, dan material baterai.
Di Indonesia, POSCO International beroperasi melalui sejumlah entitas, seperti PT Krakatau POSCO (produsen baja terintegrasi), PT POSCO INTERNATIONAL INDONESIA (perusahaan dagang) serta POSCO DX Indonesia (konstruksi).


