Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan rumah hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bagian dari pemulihan pascabencana.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa penanganan sektor permukiman difokuskan pada 49.296 rumah kategori rusak berat dengan target pembangunan 27.575 unit hunian sementara (huntara).
Hingga saat ini, sebanyak 4.280 unit huntara telah memasuki tahap pengerjaan fisik. Di Provinsi Aceh, dukungan berbagai pihak telah menghasilkan serah terima 200 unit hunian kepada warga terdampak di sejumlah lokasi prioritas.
Progres pembangunan 100 persen juga telah tercapai di Blang Pandak, Kabupaten Pidie, serta di Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara pembangunan hunian tetap telah mencakup 648 unit.
Di Provinsi Sumatera Barat, pemerintah mengakselerasi pembangunan huntara tahap I di Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 34 unit yang dipusatkan di Nagari Anduring, Kecamatan Asam Pulau, dengan capaian fisik sebagian besar telah melampaui 50 persen.
Baca juga: Tim Pengarah gerak cepat tetapkan rencana aksi rehab rekon Sumatera
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mempercepat penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) yang hingga kini telah disalurkan kepada 1.950 keluarga dari total 10.656 rekening yang disiapkan bagi warga terdampak.
Untuk mendukung seluruh aktivitas di lapangan, kata Abdul distribusi logistik terus dilakukan dengan total penyaluran mencapai 1.740,39 ton atau 99,86 persen dari logistik yang masuk, melalui jalur udara, laut, dan darat.
BNPB juga mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengendalikan potensi cuaca ekstrem yang dapat menghambat proses pemulihan. Hingga Senin (12/1), akumulasi penyemaian awan telah mencapai 1.150 sortie di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Abdul Muhari menegaskan sinergi lintas sektor tersebut menjadi komitmen pemerintah untuk memastikan pemulihan dampak bencana yang terjadi akhir November tahun lalu itu berjalan berkelanjutan hingga kondisi masyarakat kembali stabil.
Baca juga: Mendagri: Percepatan pemulihan pascabencana jadi prioritas utama
Baca juga: BNPB tekankan peralihan huntara ke huntap pemulihan bencana Sumbar
Baca juga: TNI AD rampungkan pembangunan jembatan darurat di Baktiya Aceh Utara
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa penanganan sektor permukiman difokuskan pada 49.296 rumah kategori rusak berat dengan target pembangunan 27.575 unit hunian sementara (huntara).
Hingga saat ini, sebanyak 4.280 unit huntara telah memasuki tahap pengerjaan fisik. Di Provinsi Aceh, dukungan berbagai pihak telah menghasilkan serah terima 200 unit hunian kepada warga terdampak di sejumlah lokasi prioritas.
Progres pembangunan 100 persen juga telah tercapai di Blang Pandak, Kabupaten Pidie, serta di Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara pembangunan hunian tetap telah mencakup 648 unit.
Di Provinsi Sumatera Barat, pemerintah mengakselerasi pembangunan huntara tahap I di Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 34 unit yang dipusatkan di Nagari Anduring, Kecamatan Asam Pulau, dengan capaian fisik sebagian besar telah melampaui 50 persen.
Baca juga: Tim Pengarah gerak cepat tetapkan rencana aksi rehab rekon Sumatera
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mempercepat penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) yang hingga kini telah disalurkan kepada 1.950 keluarga dari total 10.656 rekening yang disiapkan bagi warga terdampak.
Untuk mendukung seluruh aktivitas di lapangan, kata Abdul distribusi logistik terus dilakukan dengan total penyaluran mencapai 1.740,39 ton atau 99,86 persen dari logistik yang masuk, melalui jalur udara, laut, dan darat.
BNPB juga mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengendalikan potensi cuaca ekstrem yang dapat menghambat proses pemulihan. Hingga Senin (12/1), akumulasi penyemaian awan telah mencapai 1.150 sortie di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Abdul Muhari menegaskan sinergi lintas sektor tersebut menjadi komitmen pemerintah untuk memastikan pemulihan dampak bencana yang terjadi akhir November tahun lalu itu berjalan berkelanjutan hingga kondisi masyarakat kembali stabil.
Baca juga: Mendagri: Percepatan pemulihan pascabencana jadi prioritas utama
Baca juga: BNPB tekankan peralihan huntara ke huntap pemulihan bencana Sumbar
Baca juga: TNI AD rampungkan pembangunan jembatan darurat di Baktiya Aceh Utara




