BONE, FAJAR — Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi berdampak signifikan terhadap aktivitas nelayan di perairan Teluk Bone.
Banyak nelayan memilih mengurangi, bahkan menghentikan sementara aktivitas melaut demi keselamatan. Sementara sektor pelayaran penyeberangan juga berada dalam pengawasan ketat otoritas terkait.
Berdasarkan pantauan di lapangan, angin kencang yang terjadi secara terus-menerus menyebabkan tinggi gelombang meningkat dan menyulitkan nelayan tradisional untuk mencari ikan.
Situasi ini berimbas pada menurunnya hasil tangkapan serta mulai terpengaruhnya pasokan ikan di pasar. Aktivitas melaut menjadi sangat terbatas karena kondisi gelombang yang dinilai berbahaya, terutama bagi perahu nelayan berskala kecil.
Salah seorang nelayan Bajoe, Muh Saleh, mengungkapkan angin kencang dan ombak besar telah berlangsung cukup lama dan memengaruhi hasil tangkapan mereka.
“Angin kencang, ombak besar. Barusan saya datang ini, barusan saya tiba di rumah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa, 13 Januari 2026.
Tinggi gelombang mencapai lebih dari satu meter, sehingga menyulitkan nelayan untuk bertahan lama di laut. Hasil tangkapan menurun drastis. “Kurang. Akhir-akhir ini kurang,” sambungnya.
Muh Saleh juga menyampaikan bahwa kondisi cuaca buruk tidak hanya terjadi di sekitar Bajoe, tetapi meluas hingga wilayah perairan lainnya di Sulsel.
“Sudah satu minggu di laut ini kencang terus sampai sekarang. Tadi malam kencang sekali kayaknya tadi malam di Pulau Selayar sampai ke Teluk Bone,” tuturnya.
Dengan kondisi cuaca yang masih diprediksi tidak bersahabat, nelayan berharap cuaca membaik dalam waktu dekat agar mereka dapat kembali melaut secara normal.
Plt Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bajoe, Taufan, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi cuaca berdasarkan informasi resmi BMKG sebelum mengambil keputusan terkait operasional pelayaran.
“Sudah ada imbauan (dari BMKG) bahwa tujuh hari ke depan itu angin kencang. Kalau angin kencang, kami lihat jam berapa, hari apa, jangan kami tunda pemberangkatan. Jadi tetap kami pantau dari badan meteorologi,” jelasnya.
Keputusan menunda atau melanjutkan pemberangkatan kapal akan selalu didasarkan pada perkembangan cuaca terbaru demi menghindari risiko kecelakaan laut.
KSOP Bajoe juga mengimbau seluruh operator dan pengguna jasa pelayaran untuk mematuhi arahan keselamatan yang telah ditetapkan. (an/zuk)



