Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf melakukan inspeksi mendadak (sidak) makanan yang disajikan untuk Diklat Petugas Haji 2026. Menhaj hendak memastikan, makanan yang disajikan memenuhi kualitas.
Sebab, Irfan mendapat laporan bahwa ada makanan yang kurang layak bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPH). Tapi, saat sidak, Gus Irfan menemukan makanan yang tersaji sudah sesuai standar.
"Makanan tadi, memang beberapa hari ada laporan makanannya kurang, makanannya nggak layak. Tadi saya lihat, saya datang tanpa pemberitahuan. Saya datang tanpa pemberitahuan, jadi mereka pada kaget," kata Gus Irfan di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (14/1).
Menurut Gus Irfan, makanan yang tersaji layak untuk dimakan. Tidak ditemukan adanya makanan tak layak.
"Makanannya saya lihat ada daging, ada tempe, ada sayur, ada buah. Itu kan sudah standar yang minimal yang harus kita siapkan. Dan Alhamdulillah jalan, saya icip dagingnya, saya icip tempenya, Alhamdulillah masih layak untuk dimakan," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Irfan meminta kepada PPIH untuk serius mengikuti diklat. Sebab, nantinya PPIH akan menjadi petugas yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan ibadah haji bagi 221.000 jemaah asal Indonesia di Arab Saudi.
"Seperti saya sampaikan tadi, kami adalah penanggung jawab proses haji. Dan mereka adalah petugas lapangan, ujung tombak kami. Kalau mereka gagal, artinya kami gagal," ucapnya.
Kata PesertaSalah satu peserta diklat PPIH, Ichsan, menyebut makanan yang disajikan dalam Diklat sudah baik.
"Enak, cukup, porsinya bagus memenuhi kebutuhan selama kegiatan," kata dia di sela sarapan pagi.
Sehari-hari, para peserta diklat PPIH menjalani agenda yang cukup padat. Usai salat subuh berjemaah, para peserta akan melaksanakan apel pagi, sarapan, lalu menerima materi yang diselingi istirahat untuk salat dan makan.
Kegiatan yang diawali pukul 4 pagi setiap harinya selesai pukul 10 malam.




