Mengenal Talent DNA ESQ, Teknologi AI Andalan Sekolah Rakyat Petakan Potensi Siswa

bisnis.com
14 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengapresiasi penerapan Tes Talent DNA ESQ berbasis teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam memetakan potensi peserta didik Sekolah Rakyat. Pemanfaatan teknologi ini dinilai menjadi solusi strategis karena Sekolah Rakyat tidak menerapkan tes akademik dalam proses seleksi maupun pembelajaran.

Apresiasi tersebut disampaikan Gus Ipul saat melaporkan pelaksanaan Sekolah Rakyat di hadapan Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam acara peresmian Sekolah Rakyat yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan baru-baru ini, Senin (12/1/2026).

Gus Ipul menegaskan, Tes Talent DNA berbasis AI memungkinkan pemetaan potensi siswa dilakukan secara objektif, terukur, dan komprehensif, sehingga setiap peserta didik dapat memperoleh pendampingan yang sesuai dengan kekuatan masing-masing.

“Karena tidak ada tes akademik di Sekolah Rakyat, maka kami melakukan Tes DNA Talent berbasis teknologi artificial intelligence (AI) untuk memetakan potensi siswa. Untuk pertama kali ini, kami berterima kasih kepada Pak Ary Ginanjar yang telah mendukung dan menyediakan Tes DNA Talent,” ujar Gus Ipul.

Talent DNA sendiri dirumuskan oleh Ary Ginanjar Agustian yang telah dikembangkan selama lebih dari 25 tahun. Seiring perkembangan teknologi, instrumen ini kini bertransformasi ke dalam sistem digital berbasis kecerdasan buatan.

Berdasarkan hasil pemetaan, Gus Ipul menyebutkan potensi siswa Sekolah Rakyat sangat beragam. Sebagian siswa menunjukkan kekuatan di bidang sains dan teknologi, sementara lainnya unggul dalam bidang sosial maupun bahasa.

Baca Juga

  • Gratis, Syarat dan Cara Daftar Masuk Sekolah Rakyat
  • Pemerintah Mulai Bangun Sekolah Rakyat Tahap II Senilai Rp26,24 Triliun
  • Gubernur Khofifah: Jatim Jadi Provinsi dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

“Melalui pemetaan talenta, kami menemukan potensi yang sangat beragam. Ada yang kuat di bidang sains dan teknologi, ada yang menonjol di bidang sosial, dan ada pula yang berbakat di bidang bahasa,” jelasnya.

Dari hampir 16.000 siswa Sekolah Rakyat rintisan yang telah mengikuti Tes Talent DNA, pemetaan berbasis AI menghasilkan data yang cukup spesifik. Sebanyak 34,3 persen atau sekitar 4.659 siswa memiliki potensi besar di bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM). Sementara itu, 54,2 persen atau 7.353 siswa menunjukkan potensi kuat di bidang sosial, dan 11,5 persen atau 1.560 siswa menonjol di bidang bahasa.

Gus Ipul menilai hasil pemetaan tersebut menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan dan pendampingan siswa ke depan.

“Hasil pemetaan ini sangat penting sebagai pegangan bagi kepala sekolah, guru, wali asuh, dan wali asrama dalam memberikan pengajaran yang tepat sasaran selama beberapa tahun ke depan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, untuk pertama kalinya di Indonesia seluruh unit Sekolah Rakyat secara serentak menggunakan Talent DNA ESQ. Inovasi ini menjadi terobosan yang memadukan teknologi kecerdasan buatan dengan pendidikan karakter, sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era modern dengan pendekatan yang lebih personal dan berorientasi pada potensi unik setiap anak.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wapres Gibran Tinjau Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Wamena
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Foto: Tiang Monorel Jakarta yang Mangkrak Bertahun-tahun Mulai Dibongkar
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Pramono Anung Minta Maaf Usai Penyandang Disabilitas Terperosok Got di Halte CSW, Manajemen Transjakarta Kena Semprot
• 17 jam lalumerahputih.com
thumb
Ibu Menyusui Makan Jengkol, Benarkah Mengubah Rasa dan Aroma ASI?
• 10 jam lalutheasianparent.com
thumb
Indikasi kuat John Herdman Inginkan Pascal Struijk di Timnas Indonesia
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.