FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan perempuan tak memilih pasangan perokok. Dia bilang itu bakal berdampak pada kesehatan.
Meski tak langsung menjadi perokok aktif, perempuan bisa jadi perokok pasif. Sama-sama berdampak pada kesehatan.
“Untuk para perempuan, jauhi cowok perokok. Jangan pernah mau sama cowok perokok. Ini red flag besar,” kata Budi, dikutip dari Reels Instagram @bgsadikin, Selasa (13/1/2016).
Menurut Budi, meski yang merokok adalah pasangan, tubuh perempuan tetap menanggung dampak serius dari paparan asap rokok. Alias menjadi perokok pasif.
“Asap rokok itu bisa masuk ke tubuh tanpa disadari dan membuat kamu menjadi perokok pasif,” paparnya.
Dia menegaskan, perempuan yang menjadi perokok pasif memiliki risiko 40% lebih tinggi terkena kanker payudara dan kanker serviks dibandingkan perempuan yang tidak terpapar asap rokok.
“Begitu jadi perokok pasif, risiko kanker payudara dan kanker serviks naik 40%. Dua kanker ini bisa cepat menggerogoti tubuh, membuat aktivitas harian kita jadi sulit, bahkan mendekatkan kita pada kematian,” kata Budi.
Meski begitu, Budi juga menyampaikan kabar baik. Pemerintah saat ini menyediakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh puskesmas untuk membantu deteksi dini kanker, khususnya bagi perempuan yang memiliki faktor risiko.
Melalui program itu, masyarakat dapat mengakses berbagai pemeriksaan penting secara gratis, mulai dari pemeriksaan payudara klinis, USG untuk melihat jaringan payudara, hingga tes HPV DNA untuk mendeteksi dini kanker serviks.
“Kalau kamu punya faktor risiko, kamu bisa skrining kanker lewat layanan Cek Kesehatan Gratis di puskesmas. Semuanya gratis,” tegas Budi.
Ia pun mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk lebih menyayangi diri sendiri dengan rutin memeriksakan kesehatan.
“Yuk sayangi diri sendiri dan cek kesehatan gratis dari sekarang. Salam sehat,” pungkasnya.
(Arya/Fajar)





