FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Habib Rizieq Shihab turut merespons materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono bertajuk Mens Rea yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
Habib Rizieq secara khusus menyinggung bagian materi Pandji yang menyinggung soal salat, salah satu ibadah utama umat Islam.
Meski demikian, ia menegaskan tidak mempermasalahkan kritik yang disampaikan Pandji terhadap pemerintah.
Hal ini diungkapkan Habib Rizieq dalam tayangan YouTube Islamic Brotherhood Television.
“Saudara, seorang pelawak melakukan lawakannya dengan menyampaikan kritik pedas terhadap pemerintah. Saya dukung, saya juga sering kritik pemetintah kok. Tetapi ada bagian yang sangat memprihatinkan,” kata Rizieq dikutip pada Rabu (14/1/2026).
Dikatakan Rizieq, persoalan utama dalam materi Mens Rea bukan terletak pada kritik politik, melainkan pada pembahasan soal kriteria pemimpin yang rajin menunaikan salat.
Ia menekankan bahwa dalam ajaran Islam, memilih pemimpin yang tidak menjalankan salat merupakan hal yang dilarang.
“Kenapa kalau umat Islam mensyaratkan pemimpin itu harus salat, saudara? Itu kan ajaran Islam. Tidak boleh kita memilih pemimpin yang tak salat, haram!,” Rizieq menuturkan.
“Sepintar apa pun dia, sehebat apapun dia, Saudara, bergelar profesor, doktor, hebat mimpinnya, kita tahu dia tidak salat, haram. Itu ajaran Islam, jangan kau hina,” tambahnya.
Ia juga menyesalkan jika ajaran tersebut dijadikan bahan candaan atau olok-olok. Menurutnya, umat Islam berhak menjadikan salat sebagai salah satu pertimbangan dalam memilih pemimpin.
“Kalau orang Islam wajib memiliki pemimpin yang salatnya enggak bolong. Bagus tidak? Bagus tidak? Perlu tidak? Kalau orang Islam diolok-olok, dihina-hina tentang pilihannya, enggak boleh, Saudara,” ucapnya.
Lebih jauh, Rizieq menilai materi Pandji Pragiwaksono tersebut telah menyinggung dan menghina Al-Qur’an.
Ia menyebut, narasi yang disampaikan seolah-olah mereduksi makna salat sebagai benteng dari perbuatan maksiat.
“Ini penghinaan terhadap ayat suci Al-Qur’an. Seolah-olah yang dia mau sampaikan pesan bohong kalau salat itu jadi benteng maksiat,” imbuhnya.
“Dengan dalil banyak yang salat tetap maksiat, ada pejabat salat tapi tetap korupsi, itu dijadikan dalil. Jadi seolah-olah dikatakan nggak betul itu salat benteng dari maksiat,” sambung dia.
Rizieq menegaskan bahwa salat sebagai benteng dari perbuatan keji dan mungkar merupakan ajaran langsung dari Allah SWT yang tertuang dalam Al-Qur’an. Karena itu, menurutnya, ajaran tersebut tidak pantas dijadikan bahan candaan.
“Yang mengatakan salat benteng maksiat itu adalah Allah, Al-Qur’anul karim, Allah yang mengatakan, Saudara. Inna sholata tanha anil fahsyai wal munkar, itu firman siapa? Firman siapa? Berarti itu syiar atau bukan? Syiar Allah nggak? Apa boleh dihina? Apa boleh dicanda-candain? Apa boleh diolok-olokin? Nggak boleh. Hati-hati, Saudara,” jelas Rizieq.
Ia juga mengingatkan Pandji agar tidak mengambil kesimpulan keagamaan tanpa kapasitas keilmuan.
“Saudara, Anda nggak usah berfatwa, Anda bukan ulama, Anda pelawak. Anda pelawak, Anda bukan ulama, jangan langsung mengambil kesimpulan,” tandasnya.
Habib Rizieq bilang, mestinya Pandji Pragiwaksono menyampaikan permintaan maaf dan bertobat. Ia juga mendesak agar tayangan Mens Rea dihapus atau setidaknya bagian yang dinilai menistakan agama dicabut dari platform Netflix.
“Jadi kita minta tobat minta maaf, kita ingatkan juga rekamannya yang ada di Netflix bagian yang menghina salat tadi, hapus, Ini ada di Netflix, ditonton jutaan orang, jutaan orang menonton dan pihak Netflix wajib cabut rekaman tersebut sekurangnya hapus bagian yang menistakan agama,” kuncinya.
(Muhsin/fajar)




