Isra Mikraj yang jatuh pada Jumat (16/1) membuat libur akhir pekan besok jadi lebih panjang. Namun, libur panjang ini dinilai tak akan meningkatkan jumlah wisatawan di Malioboro, Kota Yogyakarta secara signifikan.
"Setiap long weekend kita bersiap untuk lonjakan kunjungan. Untuk pengawasan dioptimalkan, untuk kebersihan juga dioptimalkan. Tapi memang kemudian kita sedikit membaca dengan adanya lonjakan yang tinggi di akhir tahun kemarin, mungkin ada kenaikan dari hari biasa tapi tidak setinggi Nataru kemarin," kata Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Fitria Dyah Anggraeni, Selasa (13/1).
Salah satu alasan wisatawan diprediksi tak terlalu tinggi adalah prediksi cuaca di mana Yogyakarta akan sering diguyur hujan pada pekan ini.
"Ada peringatan kondisi cuaca ekstrem dua minggu ini. Setiap weekend cuacanya juga agak nggak bersahabat," katanya.
Selain itu, libur panjang akhir pekan kali ini jaraknya terlalu berdekatan dengan libur nataru kemarin.
Diprediksi wisatawan mulai tinggi saat libur Lebaran pada bulan Maret. Serta akan mencapai puncak saat libur sekolah pada pertengahan tahun.
"Paling tinggi mungkin di pertengahan tahun waktu libur anak sekolah. Tapi kalau libur Lebaran besok pasti ada kenaikan tapi ya saya rasa grafiknya semakin naik dan puncaknya di pertengahan tahun," katanya.




