Kiper Timnas Wanita Indonesia, Atin Rizky, kembali membuka peluang berkarier di luar negeri. Usai menyelesaikan musimnya bersama New Radiant Sports Club di Liga Maladewa Wanita per-akhir Desember 2025 kemarin, Atin mengaku tengah mempertimbangkan tawaran abroad dari tiga negara berbeda.
“Alhamdulillah sih aku banyak tawaran untuk abroad juga. Ada tiga negara yang sudah kontak aku untuk abroad,” ujar Atin kepada kumparanBOLANITA di Lapangan Sangego, Tangerang, Minggu (11/1).
Meski begitu, Atin tak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan. Ia mengaku tengah melihat berbagai aspek dari masing-masing tawaran yang datang.
“Makanya aku lagi lihat waktu luangnya, terus dari segi fasilitas, dari segi jangka panjangnya itu lebih oke yang mana. Jadi lagi aku pikirin untuk aku abroad ke mana,” kata Atin.
Salah satu negara yang ia singgung adalah Malaysia. Atin mengaku, kepergiannya ke Negeri Jiran beberapa waktu lalu juga berkaitan dengan komunikasi awal untuk bermain di liga setempat.
“Contohnya kayak kemarin aku ke Malaysia itu salah satunya aku juga omongin untuk main liga di sana. Kurang lebih aku ya 3-4 bulan di sana, tapi masih aku koordinasi lagi gimana-gimananya,” ujar Atin.
Menariknya, kunjungan Atin ke Malaysia saat itu membawanya ke peran berbeda. Ia mengungkapkan sempat menjadi asisten pelatih kiper di klub KL Rangers, meski awalnya hanya datang untuk berlibur.
“Sebenernya aku ke Malaysia itu emang pengin liburan, tapi ketemulah KL Rangers. Mereka itu salah satu klub yang pengen kontrak aku, tapi karena aku sudah tanda tangan di Maladewa, jadi next-nya aku bakal dikontak lagi,” jelas Atin
“Nah, setelah itu, itu kan mau perebutan poin kelimalah, ternyata nggak ada pelatih kipernya. Ditanyalah sama pelatih dan manajer aku, minta bantuan. Karena memang sudah basic, aku bilang bisa. Akhirnya aku ke sana jadi pelatih, bukan jadi pemain,” ucap Atin.
Meski sempat merasakan peran sebagai pelatih, Atin menegaskan fokus utamanya saat ini masih sebagai pemain. Namun, ia tak menutup mata untuk menyiapkan rencana jangka panjang di dunia kepelatihan.
“Kalau untuk sekarang sih aku ngerasa performa aku masih oke, aku masih pengin jadi atlet. Tapi aku sudah mikirin pengen ambil lisensi pelatih kiper,” kata Atin.
Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk kelak melatih kiper perempuan, yang menurutnya masih sangat jarang di Indonesia.
“Jadi insyaallah ke depannya aku pikirin matang-matang, karena memang sudah ada planning juga pengin ambil kursus pelatih kiper,” tutup Atin.




