MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga telah memulai pembongkaran tiang monorel yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu (14/1) pagi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali meluruskan informasi terkait alokasi anggaran pembongkaran tiang monorel yang telah terbengkalai hampir 22 tahun tersebut. Ia menegaskan, biaya khusus untuk pembongkaran tiang monorel hanya sebesar Rp 254 juta.
Sementara itu, anggaran sekitar Rp 102 miliar diperuntukkan bagi penataan kawasan Rasuna Said secara keseluruhan, termasuk pembangunan pedestrian, perbaikan selokan, taman, dan infrastruktur jalan.
“Untuk biaya pembongkarannya sendiri sebenarnya Rp 254 juta. Kemudian untuk penataan secara keseluruhan, nanti ada jalan, ada selokan, ada taman, kemudian ada pedestrian, diperkirakan Rp 102 miliar,” kata Pramono usai prosesi dimulainya pembongkaran monorel Rasuna Said.
Baca juga:
Pemprov DKI Mulai Bongkar 109 Tiang Monorel Terbengkalai di Rasuna Said
Bukan Rp 100 Miliar, Gubernur Pramono Tegaskan Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said hanya Rp 254 Juta
Pramono menegaskan kembali bahwa anggaran ratusan miliar rupiah tersebut bukan untuk memotong tiang monorel, melainkan untuk penataan kawasan secara menyeluruh.
“Sehingga sekaligus saya ingin meluruskan bahwa yang Rp 100 miliar itu bukan untuk memotongnya, memotongnya hanya Rp 254 juta,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, terdapat 109 tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said yang akan dibongkar dan ditata ulang. Penataan ini diharapkan dapat memperbaiki wajah kota sekaligus meningkatkan kelancaran lalu lintas.
“Saya meyakini ini akan membuat Jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” tutup Pramono. (Asp)





