Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menilai Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat di tengah perlambatan ekonomi global dan tekanan pemaksaan ekonomi (economic coercion).
Menurut Sugiono, hal tersebut tercermin dari pertumbuhan yang berada di atas rata-rata dunia, inflasi yang terkendali, surplus perdagangan, serta realisasi investasi yang tetap tinggi.
“Fondasi ekonomi yang stabil ini memperkuat posisi Indonesia di panggung dunia dan juga penopang peran aktif Indonesia yang berkelanjutan,” ucap Sugiono pada Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (14/1).
Untuk menjaga peran tersebut sekaligus mengamankan masa depan ekonomi nasional, Sugiono menekankan kemandirian ekonomi sebagai hal krusial dengan penguatan inklusi keuangan menjadi salah satu strategi utama, seperti melalui pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
“Untuk mengurangi kerentanan yang sistemik, Indonesia berkontribusi memperkuat financial inclusion, termasuk melalui mekanisme inovatif seperti QRIS,” lanjutnya.
Melalui upaya diplomasi, Sugiono menyebut QRIS telah mendukung transaksi lintas negara di sejumlah negara sehingga berkontribusi mengurangi kerentanan sistem perekonomian.
“Berkat upaya diplomasi kita, QRIS telah memfasilitasi transaksi lintas batas di berbagai negara seperti Thailand, Malaysia, Tiongkok, dan Jepang,” tutur Sugiono.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) berencana memperluas cakupan QRIS antarnegara atau crossborder. Sejumlah negara yang sudah ada dalam daftar yakni China, Korea Selatan, hingga Arab Saudi. Selain itu, pihak industri juga disebut telah membahas penggunaan QRIS di India.
Adapun pada Agustus 2025, BI juga mencatat jumlah pengguna QRIS sudah menembus lebih dari 57 juta, dengan mayoritas berasal dari pelaku UMKM. Berdasarkan data Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), jumlah kartu kredit yang beredar di Indonesia per Juni 2025 mencapai 18,8 juta.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5471330/original/010256700_1768283654-John_Herdman_-7.jpg)



