JAKARTA, KOMPAS.com – Sepuluh tahun sudah berlalu sejak dentuman bom dan suara tembakan mengguncang jantung Ibu Kota.
Pada 14 Januari 2016, kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, berubah menjadi medan teror yang menewaskan delapan orang dan melukai puluhan lainnya.
Peristiwa yang berpusat di depan Gedung Sarinah itu menjadi salah satu serangan teror paling diingat publik.
Baca juga: Kiprah Krishna Murti, Teman Seangkatan Kapolri yang Ngetop di Kasus Bom Thamrin dan Kopi Sianida
Hingga kini, tragedi tersebut masih membekas sebagai pengingat rapuhnya rasa aman di ruang publik.
Dikutip dari beberapa pemberitaan Kompas.com, rangkaian teror dimulai pada pagi hari dan berlangsung cepat, brutal, serta menimbulkan kepanikan luas.
Ledakan pertama di kedai kopi
Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 10.39 WIB di sebuah kedai kopi yang lokasinya tak jauh dari Sarinah.
Pelaku diketahui bernama Ahmad Muhazan, yang melakukan aksi bom bunuh diri dengan bom yang melekat di tubuhnya.
Sebelum ledakan terjadi, Ahmad sempat mencoba memegang tangan petugas keamanan kedai kopi berinisial AT. Upaya itu gagal setelah AT menghindar.
Baca juga: Ketika Sarinah Jadi Saksi Bisu Bom Thamrin hingga Demo Ricuh 22 Mei...
Meski selamat, AT terpental hingga sekitar 10 meter dan menghantam kaca di dalam kedai.
Sejumlah pengunjung turut mengalami luka akibat ledakan, sementara tubuh pelaku hancur di lokasi.
Bom kedua di pos polisi Sarinah
Tak lama berselang, ledakan lain mengguncang pos polisi di sekitar Gedung Sarinah.
Pelaku bernama Dian Juni Kurniadi melempar bom tabung sambil mengendarai sepeda motor.
Bom tersebut dilengkapi sakelar untuk memicu ledakan.
Saat kejadian, empat orang berada di sekitar pos polisi, yakni Ajun Inspektur Satu DM yang tengah menilang RH bersama sepupunya, AK, serta seorang kurir barang berinisial S yang melintas di lokasi.
RH dan S meninggal dunia, DM mengalami luka berat, sementara AK selamat.
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Aparat kepolisian berusaha mendekati tempat terjadinya ledakan dan penembakan di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016).