Purbaya Deteksi 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Mayoritas asal Cina

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mendeteksi sejumlah perusahaan baja pengemplang pajak pertambahan nilai alias PPN. Hal ini menjadi bagian dari komitmennya memberantas praktik penggelapan pajak.

“Yang baja terdeteksi ada 40 perusahaan. Yang dua besar, nanti akan kami sidak dalam waktu singkat,” kata Purbaya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (14/1).

Purbaya menjelaskan, sebagian besar perusahaan tersebut berasal dari Cina, meski ada beberapa yang terindikasi berasal dari Indonesia. Ia pun akan memeriksa kembali pihak-pihak yang berkaitan dengan perusahaan tersebut, termasuk jika ada pegawai Kemenkeu yang terlibat dalam praktik penghindaran pajak tersebut.

 “Itu teka-teki saya juga. Harusnya kalau perusahaan besar, gampang ngeliatnya. Berarti orang saya ada yang terlibat nanti liat ya,” ujarnya.

Purbaya sebelumnya mengungkapkan soal perusahaan yang melakukan praktik pembelian KTP masyarakat untuk memalsukan jumlah karyawan dan data administratif lainnya. Modus ini dilakukan untuk menghindari kewajiban PPN.

Kemenkeu mencium praktik ini berpotensi merugikan negara. “Potensinya kata orang yang sudah insaf itu setahun bisa Rp 4 triliun lebih, jadi besar itu,” katanya.  



 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Godok Rekrutmen Guru Sekolah Garuda
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Kuota Internet Hangus Digugat ke MK
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jakarta Diprediksi Hujan Ekstrem Sepekan ke Depan, Pramono Gelar Modifikasi Cuaca 5 Hari
• 21 jam laludisway.id
thumb
Ketua Bidang Ekonomi PBNU Bantah Terima Dana Korupsi Kuota Haji
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Gunungan Sampah di Tempat Pembuangan Cebu Longsor, 11 Orang Tewaskan
• 22 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.