Di tengah kawasan Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, terdapat satu toko kopi yang sudah berdiri sejak 1943 alias lebih tua dari usia Republik Indonesia. Toko tersebut adalah Toko Kopi Bis Kota.
Dede (55) yang merupakan keturunan ketiga dari pendiri toko menceritakan tokonya memang merupakan bisnis turunan keluarga yang tetap dilanjutkan. Alasannya tetap melanjutkan bisnis ini karena Kopi Bis Kota sendiri sudah berdiri puluhan tahun.
“Ya karena saya turunan, sayang lah (kalau berhenti), sudah lama, dilanjutin,” cerita Dede kepada kumparan ditemui di tokonya, Selasa (13/1).
Terkait nama toko, sebenarnya toko tersebut bernama Toko Sedap Djaja (Wong Hin), namun kini toko tersebut banyak dikenal sebagai Toko Kopi Bis Kota karena menjual kopi dengan label Bis Kota.
Beberapa jenis utama kopi yang dijual di toko tersebut adalah Robusta, WB, dan Arabika dengan kisaran harga Rp 70 ribu sampai Rp 200 ribu per kilogram. Kopi yang dijual di sana juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Lampung, Temanggung, sampai Flores.
Salah satu keunikan yang kumparan temui di toko tersebut adalah model pengemasan yang digunakan. Mereka masih mempertahankan kemasan kertas alih-alih berganti ke kemasan yang lebih modern.
Saat ini, Dede memang tak membuka toko online untuk bisnis kopinya. Meski demikian, ia menuturkan kopinya kerap dibeli oleh reseller untuk kemudian dijual secara online.
Selain berjualan di tokonya yang berada di Jatinegara, Dede menuturkan saat ini Kopi Bis Kota juga dikirim ke beberapa kafe yang berada di sekitar Jakarta.
“Kebanyakan Jakarta, paling Bekasi, Tangerang paling jauh. Ngirim permintaan luar daerah juga ada,” kata Dede.
Terkait omzet penjualan, Dede memang tidak ingin menyebutkan detailnya. Meski begitu ia bercerita bahwa memang terdapat penurunan omzet yang diakibatkan banyaknya kopi kemasan saset.
“Omzet jauh turun dibanding dulu, sejak ada kopi saset, apalagi setelah COVID-19, pengaruh juga gede,” terangnya.
Tantangan lain adalah ketika tren kopi semakin besar, semakin banyak toko kopi lain yang menjadi saingan.




