Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyambangi kantor Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (14/1). Pantauan kumparan, pertemuan digelar pukul 12.30 WIB-13.30 WIB.
Pertemuan ini membahas penguatan ekosistem ekonomi syariah, khususnya terkait optimalisasi dana umat yang selama ini dinilai belum tergarap maksimal.
Dalam pertemuan itu, Nasaruddin menyampaikan rencananya untuk membicarakan persiapan rapat kerja Ikatan Ahli Ekonomi Syariah.
Fokus utama pembahasan diarahkan pada upaya mengaktifkan berbagai dana keumatan yang selama ini dinilai masih pasif agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
“Sehingga berkontribusi ke kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Isu dana umat memang menjadi perhatian serius Kementerian Agama. Nasaruddin sebelumnya mengungkapkan bahwa potensi dana keagamaan di Indonesia sangat besar, namun belum dikelola secara optimal.
Apabila seluruh pundi-pundi dana umat dapat dihimpun dan dikelola dengan baik, nilainya diperkirakan bisa mencapai Rp 1.200 triliun per tahun.
Menurut Nasaruddin, Indonesia sejatinya memiliki potensi besar yang selama ini tertidur. “Kami akan menggali harta karun yang dahsyat di Indonesia ini. Apa itu? Yaitu pundi-pundi keagamaan,” ujarnya.
Ia menilai, pengelolaan dana umat di Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara dengan mayoritas penduduk Muslim.
Negara-negara seperti Yordania, Kuwait, Mesir, hingga negara Teluk disebutnya mampu mengelola dana keumatan secara lebih sistematis dan berdampak besar bagi kesejahteraan publik.
“Yordania, Kuwait, Mesir, kemudian Dubai, Qatar, Oman. Yang bikin hebat itu adalah pundi-pundi umat itu,” ucapnya.





