Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menghitung estimasi kebutuhan anggaran untuk pemulihan sektor kelautan dan perikanan usai bencana Sumatera mencapai Rp 1,71 triliun.
Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono menuturkan anggaran tersebut akan digunakan untuk dua rencana program pascabencana KKP yakni rehabilitasi infrastruktur dan bantuan sarana usaha.
“Berdasarkan perhitungan teknis, total estimasi kebutuhan anggaran untuk pemulihan sektor kelautan dan perikanan di Sumatera adalah sebesar Rp 1,71 triliun. Oleh karena ini kami mohon dukungan Komisi IV DPR RI dan kementerian dan lembaga mitra kerja untuk dapat menjalin sinergi yang baik,” kata Trenggono dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, pada Rabu (14/1).
Untuk rehabilitasi infrastruktur meliputi rehabilitasi dermaga, rehabilitasi gedung, rehabilitasi prasarana perikanan tangkap, rehabilitasi tambak budidaya, sampai pembangunan ulang unit pengolahan ikan yang rusak.
Sementara untuk bantuan usaha akan diberikan dalam bentuk pengadaan kapal, pengadaan mesin dan alat tangkap, pengadaan benih dan pakan sampai pengadaan chest freezer. Langkah tersebut dilakukan agar nelayan dan budidaya ikan dapat memulai proses produksi kembali.
“Berdasarkan hasil koordinasi dengan kepala daerah dan hasil survei lapangan, bencana ini berdampak langsung pada penghidupan nelayan, pembudidaya ikan dan pengolah ikan di 3 provinsi terdampak bencana,” ujar Trenggono.
Dalam paparannya, Trenggono menjelaskan saat ini terdapat 8.368 nelayan, 27.879 pembudidaya ikan, 1.431 pengolah ikan, 3.612 kapal nelayan, 396 unit pengolahan ikan, dan 20.723 hektare tambak yang terdampak bencana di 3 provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Selain langkah pemulihan yang sudah direncanakan, Trenggono juga melaporkan bahwa saat ini KKP sudah memiliki satgas KKP Aksi Tanggap dan Peduli Bencana Sumatera yang sudah melakukan beberapa langkah seperti pembentukan posko di tiga titik strategis sampai pengerahan armada kapal untuk evakuasi dan distribusi logistik.
Selain itu, Trenggono menuturkan KKP juga ikut menerjunkan taruna dari sekolah kedinasan di bawah binaan KKP untuk melakukan berbagai tugas, seperti pembersihan fasilitas umum, rehabilitasi lingkungan sampai memberikan layanan trauma healing untuk korban bencana.



