Kolaborasi Strategi Permata Bank Antisipasi Pelambatan Ekonomi 2026

kompas.id
13 jam lalu
Cover Berita

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia diproyeksikan masih melambat pada 2026. Penurunan daya beli masih berdampak, meski tak signifikan, terhadap kinerja perbankan di Indonesia. Bank Permata menyiapkan sejumlah strategi untuk memacu kinerja perseroan.

Bank Dunia baru saja merilis laporan bertajuk Global Economic Prospects pada Januari 2026. Dalam laporan itu, mereka menganalisis aktivitas ekonomi di Asia Timur dan Asia Pasifik. Laporan setebal 155 halaman itu secara singkat menyebut Indonesia dalam ringkasan global dan tabel proyeksi, terutama pada tabel pertumbuhan ekonomi negara berkembang dan lampiran proyeksi produk domestik bruto (PDB) kawasan.

Bank Dunia memprediksi, pada 2026 pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 5 persen atau lebih rendah dari target pemerintah 5,4 persen di dalam RAPBN 2026, apalagi target lima tahun pemerintah sebesar 8 persen.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia, menurut Bank Dunia, diperkirakan melambat tahun ini. Mereka menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan berkelanjutan berkat stimulus dan investasi karena dukungan kebijakan domestik.

Laporan itu tak jauh berbeda dengan laporan 2025 yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,8 persen. Walakin, masyarakat Indonesia masih optimistis bahwa perekonomian akan membaik.

Optimisme itu terlihat dalam Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Desember 2025 yang mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat, dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2025 berada di level 123,5. IKK itu masih berada di zona optimistis (di atas 100).

Bank Permata menyadari kondisi itu. Division Head Consumer Lending Permata Bank Haryanto mengungkapkan, pada 2025 pelemahan daya beli tidak terlalu berdampak pada kinerja perseroan karena Bank Permata masih berada di segmen kelas menengah ke atas. Misalnya, kata dia, pada kinerja pinjaman yang masih positif.

“Kalau untuk pelemahan daya beli masyarakat karena segmen kami itu relatif kelas menengah ke atas, jadi kami itu tidak terlalu terdampak ketimbang masyarakat secara umum. Jadi tergantung masing-masing segmen, kalau pun ada dampaknya itu kecil,” kata Haryanto saat ditemui di sela-sela acara Konferensi Pers Permata Bank x Japan Airlines (JAL) Travel Fair 2026, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Bank Permata, kata Haryanto, memiliki sejumlah strategi inovasi selama 2026 untuk memacu kinerja perseroan. Salah satunya adalah kerja sama atau kolaborasi. Kerja sama, kata Haryanto, memperbesar inklusi keuangan.

“Tidak semua segmen kami bisa masuk, jadi harus kerja sama, contohnya peer-to-peer (P2P) lending sehingga bisa saling melengkapi,” ungkap Haryanto.

Selain P2P, Bank Permata cukup dikenal dalam penyaluran kredit pada sektor small and medium industry (SMI). Menurut Haryanto, segmen pengusaha atau SMI tahun ini memiliki potensi bertumbuh lebih baik dibandingkan 2025. Untuk itu, peningkatan pelayanan akan dilakukan mulai dari manajemen keuangan hingga credit booking capital. Credit booking capital memberikan kepastian plafon pembiayaan kepada pengusaha jauh sebelum dana dicairkan.

Bank Permata, kata Haryanto, juga masih fokus pada industri otomotif Indonesia. Pada 2025, mereka menjadi sponsor utama Gaikindo Jakarta Auto Week atau GJAW 2025. Bersama Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Bank Permata memiliki visi untuk mengembangkan industri otomotif Indonesia yang selalu digandrungi masyarakat.

Pariwisata

Selama bertahun-tahun, Bank Permata masih berkomitmen menggelar Travel Fair untuk liburan ke Jepang. Jepang dipilih karena dinilai masih menjadi destinasi favorit masyarakat Indonesia untuk berlibur ke luar negeri.

Travel Fair menjadi strategi bisnis Bank Permata yang bekerja sama dengan Japan Airlines (JAL) yang akan beralngsung pada 15-18 Januari 2026 di Lippo Mall Puri, Jakarta. Di ajang ini, Bank Permata membuka berbagai promosi untuk menarik minat masyarakat kelas menengah ke atas untuk berlibur ke Jepang.

Direktur Consumer Banking Permata Bank Djumariah Tenteram mengungkapkan, Travel Fair yang dilaksanakan kali ini merupakan fase pertama di tahun 2026. Kegiatan tersebut bukan sekadar menarik konsumen untuk liburan ke Jepang, tetapi juga memberikan kemudahan finansial untuk mendukung perjalanan liburan.

Kemudahan finansial itu mulai dari tiket pesawat murah hingga destinasi menarik yang bisa dikunjungi di Jepang. “Kolaborasi dengan JAL ini mencerminkan kesamaan nilai, yaitu komitmen bersama pada kualitas terbaik. Jadi, ada berbagai tawaran, mulai dari harga tiket menarik, cashback, hingga cicilan berbunga 0 persen, dan berbagai paket perjalanan menarik lainnya,” katanya.

Bank Permata tetap “setia” pada destinasi di Jepang bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Japan National Tourism Organization (JNTO), tercatat 284.600 wisatawan Indonesia mengunjungi Jepang pada Januari–Mei 2025, meningkat 28,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bank Permata juga mencatat transaksi pembelian paket wisata dan tiket ke Jepang meningkat hingga 70 persen sepanjang tahun 2024. Peningkatan itu sejalan dengan naiknya tren wisata ke luar negeri.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total perjalanan luar negeri oleh warga Indonesia bertambah pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Dari Januari hingga April 2025, perjalanan ke luar negeri mencapai 3,25 juta perjalanan atau naik sekitar 10,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Lalu, data September 2025 menunjukkan outbound trip juga tumbuh sekitar 5,25 persen secara year on year (yoy), dengan hampir 696 ribu perjalanan ke luar negeri oleh warga Indonesia pada bulan itu.

Ando Masato, JAL Country Manager, mengatakan masyarakat Indonesia sangat diterima di Jepang dan pihaknya berupaya memberikan kenyamanan serta keamanan lewat kolaborasi bersama Bank Permata.

Ia mengutip data Japan National Tourism Organization (JNTO) yang mencatat jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Jepang sepanjang Januari–November 2025 mencapai 558.900 orang atau tumbuh 26,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pada momen ini, kami menawarkan fleksibilitas pemilihan kursi tanpa biaya tambahan, fasilitas bagasi yang lebih besar, hingga penerbangan lanjutan gratis ke sejumlah kota populer di Jepang,” ungkap Ando.

Baca JugaPermata Bank Tutup Wealth Wisdom 2025 di Jakarta, Mengulik Strategi Finansial yang Resilien untuk Masa Depan

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cuaca Ekstrem Ancam Ketahanan Pangan di Jawa Tengah, Gubernur Minta Daerah Ajukan Asuransi Gagal Panen
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
RI Raih 10 Kursi Strategis di Organisasi Internasional, Ini Daftarnya
• 51 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Menegangkan Penggerebekan Sarang Narkoba di Asahan, Polisi Disiram Bensin
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Patwal ‘Tot Tot Wuk Wuk’ Senggol Mobil Warga, Klaim Kakorlantas Bikin Kaget
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Kata Pakar Soal Ekonomi Vietnam 2026: Dari Ekspor hingga Investasi
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.