Kaba, salah satu anak dari artis Zaskia Adya Mecca takut naik pesawat. Menariknya, di balik ketakutannya tersebut, Kaba justru memiliki kebiasaan menonton video kecelakaan pesawat di YouTube dan mengulik penyebab terjadinya insiden tersebut.
Apakah wajar bila anak bersikap demikian dan bagaimana seharusnya orang tua membantu anak mengelola rasa takutnya?
Psikolog Pendidikan, Madeline Jessica, M.Psi, Psikolog menjelaskan bahwa dalam psikologi, ketakutan ekstrem atau kecemasan berlebihan terhadap objek atau situasi tertentu bisa termasuk ke dalam fobia spesifik, terutama bila sudah menyebabkan stres yang signifikan atau membuat anak menghindar secara berlebihan.
Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?Menurut Madeline, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak mengelola rasa takut naik pesawat:
1. Validasi emosi anak
Orang tua sebaiknya mendengarkan ketakutannya tanpa menghakimi.
2. Berikan penjelasan sederhana dan menenangkan
Mulai dari menjelaskan cara kerja pesawat serta fakta bahwa pesawat merupakan salah satu moda transportasi paling aman.
“Juga keselamatan penerbangan, cara kerja pesawat, dan fakta bahwa terbang adalah moda transportasi yang aman,” tuturnya saat dihubungi kumparan, Rabu (7/1).
3. Batasi paparan media yang memicu kecemasan
Hindari video kecelakaan atau konten yang terlalu dramatis. Orang tua juga perlu menjelaskan bahwa setiap moda transportasi memiliki risiko,
“Sehingga anak tidak memusatkan ketakutan hanya pada pesawat,” imbuh Madeline.
4. Gunakan pendekatan paparan bertahap (graded exposure)
Mulai dari melihat gambar pesawat, lalu video penerbangan yang aman, simulasi, hingga persiapan naik pesawat secara nyata.
5. Ajarkan teknik pernapasan dan relaksasi
Teknik pernapasan sederhana bisa membantu anak menurunkan kecemasan saat pikiran mulai dipenuhi skenario buruk.
Lalu, Perlukah Dijauhkan Total dari Topik Pesawat Jatuh?Menurut Madeline, anak tidak perlu dijauhkan sepenuhnya, namun paparan tetap harus dibatasi. Hindari berita atau video yang menegangkan. Jika anak bertanya, jawab dengan tenang dan bahasa yang sederhana.
Selain itu, tekankan pula soal kecelakaan pesawat sangat jarang terjadi dan ada banyak sistem keselamatan yang melindungi penumpang. Penjelasan yang benar jauh lebih baik daripada anak hanya mengonsumsi konten menakutkan tanpa konteks.
Kapan Kondisi Ini Perlu Bantuan Profesional?Orang tua disarankan mempertimbangkan bantuan profesional bila:
-Ketakutan anak tidak berkurang setelah beberapa minggu meski sudah diberi penjelasan berulang.
-Anak menunjukkan perilaku menghindar berlebihan, seperti menangis, panik, atau cemas setiap kali mendengar kata “pesawat”.
-Ketakutan mulai mengganggu aktivitas lain, misalnya menolak ikut liburan keluarga.
“Anak mulai overthinking, sulit tidur atau terlalu sering membayangkan hal buruk,” pungkasnya.




